Ujianku Gagal Part 3

Ujianku Gagal | Part 3

Ujianku Gagal | Part 3

Tepat pukul 18.00 hasil ujian telah keluar.

  • Peserta : IA19020021908
  • Nama Peserta : Lala Putri Ashari
  • Asal Sekolah : SMA Bhakti Nusantara
  • Progdi yang diajukan :
  1.  Ilmu Gizi
  2. Kesehatan Masyarakat

Dengan ini menyatakan bahwa anda :

TIDAK LOLOS

Ujianku Gagal Part 3Kenapa seperti ini? Aku telah belajar giat. Aku juga berusaha keras, tapi kenapa aku tidak lolos? Apa yang salah?

“La gimana? Halo la?”

Aku mencoba diam sejenak, menenangkan hatiku yang tak karuan. “Aku gagal Kak, maaf” tanpa ku mendengar sepatah kata apapun dari Kak Firman. Aku menutupnya, aku telah mengecewakan dia dan yang paling penting aku mengecvwakan Ayah dan Ibu.

Hari terus berganti, sudah seminggu ini aku tak menghindar dari Kak Firman. Aku tak mengangkat telpon atau membalas pesan darinya. Kegagalanku kemarin sungguh membuatku terpukul. Aku tahu ini bukan salahnya, ini adalah kesalahanku sendiri. Kak Firman selalu mengajariku dengan baik, tapi aku yang merasa sudah dewasa ternyata tak pernah mendengarkan nasehat mereka.

Sore ini, aku masih terkurung di dalam  kamar. Ibu memanggilku di balik pintu. “Nak, Kak Firman dating mau ketemu kamu.”

Langkah ku sungguh berat, dari belakang terlihat sosok yang dari kemarin aku rindukan namun aku belum siap menemuinya. Aku duduk di ruang tamu Ibu meninggalkan kami di ruang tamu. Suasana sungguh sangat hening. Aku melihat raut muka Kak Firman, dia sangat mengkhawatirkanku.

“La Kamu nggak papa?”

Aku hanya bisa menganggup, air mataku rasanya ingin keluar tapi ingat La ini bukan karena mas Firman!

“Kak, maaf aku telah mengecewakanmu. Ujian ku kemarin… ”

“La itu bukan salahmu, tidak apa. Masih ada Universitas lain yang bisa kamu coba”

“Iya, Kakak benar, masih ada Universitas lain. Tapi Ayah juga benar. Seharusny aku lebih fokus dalam belajar gak seharusnya aku pacaran…”

Aku sungguh tak berani menatap Kak Firman, tapi dalam hatiku aku mengatakan harusnya sekarang!

“Kak sebaiknya kita putus.”

“Tapi La, aku masih sayang sama kamu”

Kalimat itu mencoba meruntuhkan niatku. Tapi aku harus kuat, Aku tak boleh lagi mengalami kegagalan. “Maaf kak, keputusanku sudah bulat. Kakak sangat baik padaku, tapi aku ingin fokus dengan masa depanku dulu”

Aku kembali ke kamar. Tak ingin lagi ku dengar ungkapan apapun dari Kak Firman. Kata yang keluar darinya hanya akan menggoyahkan keputusanku. Maaf kak, aku tahu kamu terluka karena aku. Aku juga tak ingin mengakhiri hubungan ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus menerima konsekuensi dari kegagalanku.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *