Ujianku Gagal Part 2

Ujianku Gagal | Part 2

Ujianku Gagal | Part 2

 “Tadi gimana bisa jawab semua soalnya?”

Ujianku Gagal Part 2“sebagian besar bisa kok kak, aku yakin bakal lulus ujian”

“Nah gitu dong semangat”

“Kak besok aku pulang, bisa nggak sebelum pulang kita jalan-jalan ke pantai?”

Kak Firman memang paling nggak bisa untuk menolak permintaanku, seperti sekarang. Kami bersiap untuk pulang dan melanjutkan kencan berdua.

Pantai Grewang. Pantai yang masih sangat sepi, aku belum pernah ke sini. Pemandangannya tak kalah indah dengan pantai yang ada di Bali.

Kami mengitari  bukit karang yang masih bisa dibuat pijakan. Cukup curam dan menakutkan bagiku yang pertama kali ke sini. Namun ketakutanku terbayar saat berada di atas bukit. Hamparan laut yang membiru dan senja di langit sore ini. “Kamu suka La?” aku mengangguk sungguh aku tak bisa menjelaskan pantai yang indah bersama orang yang aku cinta.

Kami saling memandangi satu sama lain. Ternyata pemandangan seperti ini jauh lebih indah saat aku melihatnya di bola mata Kak Firman. Tangannya melerai rambutku yang berantakan tersapu angina laut. “Aku sayang sama Kakak” ucapan yang bahkan aku sendiri tak sadar.

“Aku juga La” tangannya kini membelai lembut pipiku. Wajah kami semakin mendekat, aku memejamkan mataku inilah saat terindah. Ciuman pertamaku.

“Kamu besok hati-hati di jalan ya La.”

Ini bukan ciuman tapi cuma bisikan. “Aku kira Kakak bakal cium aku!” ucapku sedikit kesal, aku sungguh menahan malu. Padahal mempersiapkan diriku untuk ini.

“La kamu belum boleh..”

“ciuman? Karena aku masih berusia 17 tahun jadi semua orang menganggapku masih anak kecil”

Jujur saja aku selalu marah jika aku masih dibilang anak-anak. Padahal baru satu minggu kemarin aku diluluskan, aku mulai menjadi wanita dewasa tapi apa tidak boleh aku mendapatkan ciuman dari pacarku sendiri?

Aku mengalihkan pandanganku. Aku tak ingin memperlihatkan wajahku yang murung, tapi… wajah Kak Firman mendekatiku. Lalu dalam 1 detik, aku merasakan bibirnya yang tipis menempel di pipiku. “Kamu adalah gadis yang dewasa sekarang.”

Setibanya di rumah. Aku merebahkan badanku di Kasur. Perjalanan 6 jam aku tempuh sendirian. Bagaimana lagi Kak Firman harus kuliah besok tak mungkin aku memintanya untuk mengantarku pulng sampai ke rumah. Lagi pula aku gadis yang dewasa sekarang.

Pengumuman hasil ujian sekitar satu bulan lagi. Aku menjalani hubungan Long Distance Relationship dengannya. Perjalanan yang cukup jauh membuat Kak Firman jarang pulang ke rumah. Hampir setiap malah aku habiskan dengan video call dengannya. Maklum saja semenjak kejadian di pantai Grewang hari-hari ku selalu dipenuhi kerinduan. Aku masih menyembunyikan hubunganku dengan Kak Firman dari Ayah dan Ibu. Aku berniat untuk cerita setelah pengumuman hasil ujian kemarin.

“Besok sudah pengumumannya. Kamu nggak deg-degan?”

“Banget kak. Aku takut kalua nanti gak lolos gimana? Kita gak jadi satu kampus, aku gak mau.”

“Hei, jangan pesimis. Ayolah kamu pasti bisa!” Kak Firman memang orang yang selalu menenangkanku, sama seperti saat ini.

Pengumuman hasil ujian dikirim melalui email masing-masing peserta. Sudah 1 jam ini aku berada di depan laptopku, aku masih membayangkan bagaimana kalau kami satu kampus. Berangkat dan pulang berdua. Makan siang di kantin bersama. Berjalan-jalan menyelusuri kota Jogja setiap hari. Membayangkan semua itu membuatku tertidur. Hingga aku mendengar dering dari HP-ku. Kak Firman mengatakan padaku untuk mengecek email.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *