My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan

My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan

My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh KesanMy First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan

Hai Dears! Ketemu lagi. Aku ingin melanjutkan cerita trip ke Jogjaku kemarin, sebelum mulai jalan-jalan Gia ngajak aku buat sarapan pagi. Nggak di Semarang nggak di Jogja, Bubur ayam tetap juara. Kalian jangan tanya ya apa perbedaan bubur ayam satu kota dengan kota lainnya karena aku sendiri juga nggak ngerti.

Started Again

Setelah kenyang dan mengumpulkan tenaga untuk jalan-jalan lagi Gia mengantarku ke halte bus UMY. Setelah 3 kali naik bus trans Jogja sepertinya aku mulai paham gimana jalur transitnya. Hari minggu ini aku berencana untuk mengunjungi taman sari. Beberapa kali ke Jogja tapi aku tak pernah datang mengunjungi wisata itu.

Rute Trans Jogja di Halte Kampus UMYDari halte bus UMY aku transit ke halte gamping, di sana aku naik bus (nomer busnya sendiri aku lupa berapa). Oh ya selalu ingat setiap kali menuju suatu tempat tanya sama petugasnya ya! Malu bertanya sesat di jalan. Dari Gamping aku turun di halte point satu. Kalo untuk ke taman sari aku cukup jalan sekitar 800 meter. Kedengerannya jauh ya? Tapi kalo dilakuin ternyata enggak kok. Justru dengan jalan kaki kita akan jauh lebih detail mengamati sekitar, oh ya karena Jogja termasuk kota jangan lupa pakai masker wajah! Biar wajah kita nggak terpapar langsung sama polusi dan sinar matahari. Selama jalan aku lewat kawasan desa wisata Kadipaten. Jujur sepanjang jalan ini rasanya nuansa Jogja terasa banget. Oh ya kalau kalian mau backpacker usahain isi ransel jangan terlalu berat.

Ketika tempat yang dinginkan tidak sesuai dengan keinginan

Tapi, makin deket sama taman sari. Rasanya suasananya semakin ramai.. jujur buat jalan aja harus mepet banget. Akhirnya aku putuskan membatalkan niatku untuk pergi taman sari. Sebelum nyampe lokasi taman sari aku mampir ke sebuah masjid. Aku berhenti sejenak di sana sambil berpikir tempat penggantin taman sari. Oh ya selama di Jogja aku selalu cek google maps, ini perlu loh. Karena dengan google maps aku bisa perhitungkan jarak yang aku tempuh. Kalau semisal aku deket aku bakal jalan, kalau jauh aku cek rute perjalanan bisa pakai gojek atau bus.

Google MapsSetelah aku cek google maps, ternyata lokasi masjid deket banget sama alun-alun kidul. Cukup jalan kaki 5 menit aku udah sampai ke alun-alun. Jujur daripada ke taman sari, aku malah lebih suka jalan-jalan seperti ini. Selain karena banyak hal yang aku amati, aku juga lebih sering berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Aku nggak merasa malu dengan kondisiku saat itu, meskipun terlihat kucel dengan tas membawa tas ransel.

Aku menikmati alun-alun menarik napas sebentar, rasanya capet juga harus jalan kaki hampir 1 km. di bawah pohon, aku mengamati suasana kota Jogja. Hari itu cukup panas sebenarnya, tapi kalau duduk di bawah pohon panasya nggak kerasa. Mungkin sangat tepat aku memilih ke tempat ini dibandingkan taman sari. Suasana taman sari kalau hari minggu begitu berisik, dan aku tidak bisa mengamati banyak hal. Aku berjalan menuju pohon beringin di tengah alun-alun. Beberapa wisatawan seperti aku mencoba peruntungan melewati bringin dengan mata tertutup. Aku sebenarnya tertarik untuk  melakukan hal yang sama, namun karena aku solo trip rasanya akan berbahaya. Akhirnya aku duduk di bawah pohon beringin sambil menatapi apa saja yang ada di depanku.

Menulis di bawah pohon rindang ternyata memberikan efek yang luar biasa. Mungkin orang lain yang melihatkan akan merasa sangat aneh. Seorang gadis yang berjiwa melankolis, duduk sendirian bagai tak memiliki teman. Menikmati rindangnya pohon beringin dalam beberapa menit sepertinya membuatku sangat puas.My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan

Oh ya kalau kalian ke alun-alun kidul jangan takut kelaperan, disini ada beberapa gerobak kaki lima yang mangkal di trotoar. Sehabis dari pohon beringin aku lalu menepi ke pinggir jalan dan menghampiri bapak penjual bakwan malang. Haduh jalan-jalan ke Jogja tapi makannya bakwan Malang 🙁 hehe gimana ya aku tuh pemilih banget sama makanan. Btw bakwan Malang bapaknya murah loh Cuma 6 ribu rupiah. Lumayan buat ngangetin perut sebelum naik bus.

Pesan dariku

Dears, mungkin perjalananku hari ini cuma singkat, tapi buatku berjalan sendirian menikmati indahnya kota Jogja adalah hal yang lebih berharga. Terlebih setelah aku berhasil mendobrak ketakutanku sendiri. Entah mengapa setelah melakukan solo trip pertama ini, keberanianku untuk melakukan trip selanjut muncul. Meskipun tak banyak waktu dan tempat yang aku datangi di Jogja.. tapi aku benar bersyukur. Dengan kesempatan yang diberikan Allah SWT. Karena seiring berjalannya waktu betapa pentingnya memaknai sebuah momen.

Aku sungguh sangat bersyukur bertemu dengan orang baru, meskipun hanya sekedar menanyakan tempat. Jogja memang kota istimewa, yang selalu membuatku ingin kembali. Jogja juga mendatangkan cinta, khususnya untuk diriku sendiri.

Sedikit foto amatir dariku untuk kalian!!

My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan       My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan

My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan       My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan

My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan      My First Solo Trip In Jogja, Part 3 : Sederhana Tapi Penuh Kesan

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *