Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa

Sudah cukup lama aku tak menulis cerita yang berkaitan dengan liburan singkatku. Sebenarnya beberapa waktu lalu aku mengunjungi beberapa tempat yang sudah sangat dikenal banyak orang, namun menurutku tempat ini yang paling cocok untuk ku ceritakan. Sebelumnya aku ingin bercerita sedikit, sejak SMA aku sangat suka dengan hal-hal yang berkaitan dengan “KISAH” termasuk sejarah. Dibanding harus mengingat rumus-rumus fisika atau nama biologis makhluk hidup aku lebih suka memahami sejarah. Meskipun saat itu, literasi dan pemahaman yang aku miliki tidak terlalu luas.

Nah, seperti yang kita tahu, salah satu cara untuk mengerti bagaimana orang zaman dahulu hidup, adalah dengan mengunjungi MUSEUM. Aku tahu setiap kota pasti memiliki museum, karena setiap wilayah memiliki sejarah yang perlu digali.

Salah satu museum yang cukup terkenal di Kabupaten semarang adalah Museum Kereta Api Ambarawa. Menurutku museum bukan hanya tempat wisata bagi anak-anak ataupun keluarga saja. Museum juga bisa jadi tempat yang dikunjungi orang dewasa. Ada banyak pengetahuan yang bisa didapatkan dari satu tempat ini.

Namanya juga museum kereta, di sini tentu banyak kereta Api peninggalan jaman penjajahan Belanda yang masih terawat sangat baik. Dulu kereta api ini bergerak menggunakan tenaga uap, bahkan pada bagian relnya terdapat gerigi yang membantu kereta untuk melewati jalur rel yang menanjak. Bukan hanya itu saja, ada banyak koleksi lainnya, mulai dari mesin cetak tiket, dokumentasi jurnal/buku peraturan PT KAI, topi masinis & seragam masinis, lampu atau simbol-simbol lalu lintas kereta api, bahkan beberapa bangunan halte yang zaman dulu digunakan kereta lokal jalur Solo-Yogyakarta untuk berhenti.

Sebenarnya ada banyak ulasan yang bisa teman-teman peroleh dari internet, terkait museum ini. Bahkan jauh lebih lengkap dibanding apa yang aku tulis sekarang. Akan tetapi, yang aku sayangkan di sini adalah beberapa orang yang datang hanya untuk berfoto tanpa menyempatkan waktunya untuk membaca penjelasan dari barang-barang koleksi museum. Padahal dengan membaca setiap penjelasannya setidaknya kita akan memiliki visualisasi bagaimana orang zaman dahulu bekerja, berpindah-pindah tempat menggunakan kereta.

Untuk harga tiket masuk sangat terjangkau Rp. 5.000 untuk anak-anak dan Rp. 10.000 untuk orang dewasa. Bahkan bagi pelajar yang berseragam ada harga khususnya juga. Berkunjung ke museum merupakan wisata edukasi yang murah bukan?

Sebenarnya tulisan ini bukan untuk mereview tempat wisata ini, namun hanya ingin menceritakan ketertarikanku terhadap museum. Aku berharap ada banyak lagi orang-orang yang mengunjungi museum untuk belajar, berfoto, dan bernostalgia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *