Menulis Lagi | Part 1

Menulis Lagi | Part 1

Menulis Lagi | Part 1

Menulis Lagi | Part 1

Pagi ini, berencana mengajak orang yang paling special dalam hidupku. Hari ini adalah hari ulang tahun ke 3 pacaran kami. Aku mengendarai mobilku, menuju tempat yang bisa dibilang cukup jauh. 12 bulan menjalani masa LDR bukanlah hal yang mudah ternyata. Setelah ku putuskan untuk resign dari tempat kerja dan aku berpindah ke kota kekasihku, sepertinya itu hal yang tepat. Aku tahu banyak orang yang mungkin mengira aku ini gila, atau terlalu dibudakan oleh cinta. Namun selama 6 bulan lalu aku telah mempersiapkan semuanya, dan aku harap kedatanganku adalah kejutan bagi dia.

Tepat di rest area Kilometer 70, aku meneguk sebotol air mineral yang dingin. Aku merasa mulai lelah, tapi aku tak boleh berpasrah. Terdengar suara lagu “Kita – Sheilla On 7” menandakan panggilan masuk dari ponselku.

“Hallo.. selamat malam..”

“Malam… kamu lagi apa?”

“Aku? Lagi minum”

“Terus?”

“Terus… lagi kangen sama kamu.”

“Sama, aku juga kangen. Kamu hati-hati pulang kerjanya ya!”

“Iya.. Kamu kenapa kok tumben telpon?”

“Aku tadi nulis, terus gak dapet ide. Malah mikirin kamu terus, jadinya aku telpon kamu.”

“Kamu nulis buat blog kamu?”

“Aku dapet kabar kalau buku ke 4 ku bakal dicetak ulang lagi! Keren nggak?”

“Iya keren, hihihi…”

“Hih kok malah ngetawain?”

“I miss you so much beib. And Happy 2nd anniversary I hope we can meet soon! Aku harap besok kado special dari aku udah sampai ke rumah kamu!”

“Kamu ngirim apa emangnya?”

“Besok kamu juga akan tahu sendiri, aku tutup dulu ya telponnya. Kamu jangan nulis sampai pagi!”

Telpon dari kekasih memang selalu membuatku merasa bersemangat kembali. Dengan berbekal beberapa kalong kopi, roti, dan cemilan lainnya aku melanjutkan perjalananku. Dari Serang Banten Menuju Jogjakarta. Ku mainkan lagu Shella On 7 lagi di dalam mobil, sambil ku kenang masa indah kami saat pertama kalo menonton konser bersama yang diadakan di kampus. Shella adalah band favorit kami berdua, setiap lagu yang terdengar sederhana selalu menggambarkan bagaimana kisah cinta kami selama 3 tahun lamanya.

Pagi ini, adzan subuh sudah berkumandang. Aku berhenti di sebuah masjid yang cukup besar di daerah Magelang. Jarak Magelang hanya 1 sampai 1,5 jam saja. Aku berisirahat sebentar sambil menunaikan ibadah sholat subuh. Di dalam mobil aku mengecek ponselku lagi, aku bermaksud untuk membangunkan dia lagi, aku khawatir jika ia meninggalkan sholat subuh hari ini. Apalagi setelah chat terakhir darinya tepat pukul 02.15 pagi hari.

“Halo.. udah bangun?”

“Hmmm??”

“Baru tidur ya? Buruan bangun gih, sholat subuh.”

“Hmm.. masih ngantuk.”

“Nanti abis cuci muka jadi ilang ngantuknya, ”

“Iya Iya…”

“Telponnya aku tutup ya, abis itu sholat.”

Sudah menjadi kebiasaanku akhir-akhir ini untuk membangunkannya agar tidak ketinggalan sholat subuh. Ya sebagai calon imam yang baik aku harus mampu menuntunnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Suasana kota Jogja memang suasana penuh cinta, semenjak mengenal kekasihku aku jadi mencintai kota ini. Aku masih ingat waktu jaman kuliah dulu, kami berdua selalu menghabiskan malam untuk makan nasi goreng di sekitar alun-alun kidul. Masa-masa indah memang tak semudah itu dilupakan, sambil bernostalgia aku tak menyangka jika aku telah sampai di depan rumahnya. Terlihat dari kaca mobil Ibu dan Bapak sedang mengobrol sambil menikmati secangkir minuman yang hangat. Aku tersenyum membayangkan jika kedua orangtua itu adalah cernimanku di masa depan dengan kekasihku.

Aku turun dari mobil dan ku sapa calon mertuaku, mereka masih saja hangat seperti satu tahun yang lalu. “Sebentar ya Dani, Ibu panggilkan Priska”. Tutur kata yang lembut dan menyejukkan, aku tak sabar melihat raut wajah Priska saat kekasihnya tiba-tiba datang ke rumah.

Bayangan Priska mulai terlihat, itu dia. Dengan muka bantal dan rambut masih acak-acakan. Dia berlari ke arahku. “Dani!!” tanpa meminta izin dia langsung mendekapku, aku tahu dia itu seperti anak kecil jika sudah denganku. “Aku tahu kamu pasti kangen banget” aku tertawa sedikit geli, dia memang anak kecil saat ini.

Malam ini, aku kembali ke rumah Priska. Aku meminta izin kepada Bapak Ibunya untuk membawa Priska jalan-jalan. Meskipun aku sudah kenal dekat dengan keluarganya, namun etitude seorang lelaki sejati adalah selalu meminta izin kedua orangtuanya ketika berniat mengajaknya pergi. Prinsip Papa yang selama ini aku pegang. “Boleh nak Dani, tapi tolong pulangnya jangan malam-malam ya.”

“Baik pak nanti saya aku pulang secepatnya.”

Selama di mobil kami menyanyikan lagu Shella On 7-kita bersama. “Kamu inget waktu kita nonton konser Shella On 7 pertama kali?”

“Iya ingat, kenapa?”

“Setiap dengerin lagu ini, aku selalu inget waktu konser kamu selalu jagain aku. Padahal kamu tahu aku orang yang bengekan kalo konser”

“Aku bakal ngelindungin kamu Pris, selalu…”

“Hih kamu malah jadi gombal, ini mau kemana?”

“Udah lihat aja. Kalau ngantuk kamu tidur dulu gak papa”

Abhayagiri Restaurant- dari review yang aku baca di internet ini adalah tempat yang cocok untuk melamar. 3 hari lalu aku telah memesan satu tempat khusus dengan menu makan malam yang special, sesampainya di parkiran akau meminta Priska untuk menutup matanya, aku tahu dia bingung. Semenjak kuliah aku memang tak pernah berperilaku romantis dan ini adalah yang pertama kalinya. Aku memapahnya pelahan menyelusuri lantai dan juga anak tangga. Selama berjala Priska selalu bertanya “Emang ada apa sih?” tapi aku selalu mengatakan sabar.

Sampai di meja yang aku pesan. Sesuai dengan permintaanku, 1 meja dengan 2 bangku. Tak lupa aku meminta agar suasananya meja kami sedikit sepi dan tidak diganggu oleh orang lain. “Dan… udah boleh dibuka belum matanya?”

“Udah!”

Priska membuka pelan dua matanya, jujur dia memiliki mata yang cantik. apalagi saat sedang merasa bahagia. Aku tahu dia sangat menyukai suasana tempat ini. wajahnya begitu bahagia, senyumnya begitu indah. “Aku baru pertama kali ke sini Dani! Ternyata wujud aslinya lebih bagus!”

Ia terus memuji tempat ini, bukan hanya nuansa atau pemandangannya saja tapi juga makanannya. “Kamu mau makan Salmon?”

“Mau!!”

Kami memakan bersama, jujur aku sangat deg-degan. Melihat Priska seperti ini aku sangat senang, tapi aku sedikit gugup saat makanannya mulai habis. Saat inilah aku harus melamarnya. Dari belakang pelayan sudah bersiap untuk memutar lagu romantis. “Dani kamu kenapa?”

“Enggak papa… kamu suka aku ajak ke sini?”

“Suka banget Dan!!”

Terdengar lagu “can’t stop falling in love” aku yakin inilah saatnya. Semakin aku gugup aku akan semakin menunda! “Pris.. aku mau ngomong serius sama kamu.”

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *