Menetralkan Hati Dari ‘Dia’

Menetralkan Hati Dari ‘Dia’

Menetralkan Hati Dari ‘Dia’

Hai, kembali lagi denganku. Sebenarnya aku bingung, apakah topik ini menarik untuk kalian atau tidak buat kalian? Tapi Aku yakin beberapa dari kalian mengalami kondisi susah melupakan seseorang yang dulu pernah singgah di hati.

Menetralkan Hati Dari ‘Dia’

Memang, kisah cinta tak bisa selamanya mulus dan berakhir indah. Setiap hubungan tentu akan mengalami masalah, entah besar atau keci. Saat masalah itu datang terkadang perpisahan adalah solusi yang baik untuk keduanya. Perpisahan memang berat, dan gak semua orang bisa menerima begitu aja. Entah dengan mantan kekasih, sahabat, ataupun rekan kerja. Aku sering merasa sedih, bahkan sampai tak bisa tidur nyenyak karena memikirkan perpisahan.

Melepaskan tangan yang selalu kita genggam bukanlah hal yang mudah. Sesuai judulku Menetralkan hati dari ‘Dia.’ Dia yang mungkin membuatmu bahagia, Dia yang kamu harapkan, Dia yang selalu disampingmu, Dia yang mendampingi, dan Dia lainnya yang memiliki arti di hidupmu. Sebelumnya di instagram storyku Aku membuat polling yang membandingkan mana yang paling memiliki kesan “Sebuah Perpisahan” atau “Tak Terbalaskan” kebanyakan memilih sebuah perpisahan.

Kalau menurutku keduanya sama-sama memiliki kesan, dan sulit rasanya untuk dibandingkan. Tapi, memang perpisahan cenderung lebih sering terjadi dibanding perasaan yang tak terbalas. Namun yang menjadi permasalah sebenarnya bukanlah perasaan terluka kita atau bertapa sulitnya melupakan Dia.

Mari tarik napas terlebih dahulu.. netralkan pikiran kita. Berpisah atau tak terbalaskan mungkin sakit, mari kita lalui. Ada banyak cara dan setiap orang tentu memiliki treatment yang berbeda untuk mengatasi luka batinnya. Ada yang menyendiri dulu, atau melampiaskan semua rasa sedihnya. Luapkan saja, luapkan semua rasa sedih itu sampai terasa habis. Karena Aku suka menulis, Aku selalu melampiaskan rasa sedihku melalui coretan yang tak jelas atau kata-kata puitis yang menyimpan banyak makna.

Menetralkan hati dari si ‘Dia’ tentu PR yang besar. Bisa dibilang ini belajar move on, tapi move on bukan berarti punya pasangan baru, atau sudah membuka hati untuk orang lain. Ya, bagi beberapa orang mungkin sulit untuk jatuh cinta. Sehingga, meskipun rasa sakit hati itu telah lama berlalu, namun di hati masih menyimpan namanya. Marilah kita hargai itu. Menetralkan hati, artinya biarkan hatimu bersih dan tak memiliki beban perasaan apapun (yang pastinya perasaan untuk orang lain). Tentu ini gak mudah, kita harus benar-benar berkomitmen untuk menjalaninya.

Ya, salah satu penyebab kenapa banyak orang yang gagal move on adalah mereka nggak komit. Bukan hanya hubungan saja yang butuh komitmen, namun diri sendiri juga butuh.

Nggak percaya?

Contohnya aja diet. Kenapa beberapa orang gagal diet, karena mereka nggak punya komit yang besar. Sehingga jika ada godaan dan rasa malas muncul mereka akan mudah mengikuti keinginan dan melupakan program dietnya. Sama halnya menetralkan hati, saat kita ingin melupakan dia, membersihkan hati dari perasaan terhadapnya, dan memulai hubungan baru yang lebih baik setelah itu, kita harus punya komitmen yang besar. Meskipun muncul rasa kangen, tahan dulu, meskipun muncul rasa kesepian, cobalah sibukkan diri dengan aktivitas yang kamu sukai dan bermanfaat. Buatlah dirimu seproduktif mungkin sehingga tak ada cela untuk memikirkannya apalagi menaruh perasaan padanya.

Jika perlu kamu bisa lost contact sementara waktu. Bukan bermaksud untuk memutuskan tali silahturahmi. Tapi coba pikir deh, apa kamu mau menjalin pertemanan atau bentuk relasi apapun, sedangkan kamu masih menaruh perasaan dan harapan padanya? Sebenarnya bukan masalah jika dia juga merasa seperti itu. Tapi kalau tidak? Kita akan tersakiti oleh perasaan sendiri. Mari kita selamatkan diri sendiri, jangan terlalu memikirkan Dia yang mungkin juga berusaha melupakanmu. Saat perasaanmu dan Dia sudah sama-sama netral barulah kalian bertemu dan berteman dengan baik. Sehingga pertemanan itu akan murni tanpa ada maksud apapun. Syukur-syukur bisa bersama lagi, dan saling mau belajar dari kisah lama.

Itu dia, cerita dariku semoga bermanfaat untuk kita semua. Untuk melihat saja tentang perpisahan, kalian bisa cek di akun Instagram @rwhyni sampai ketemu di cerita selanjutnya!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *