Mencari Identitas Diri

Mencari Identitas Diri

Mencari Identitas Diri

Apakah kita pernah bertanya pada diri sendiri, sebenarnya siapa diri kita? Apa yang ingin dilakukan? Apa tujuan hidup kita? Ingin dikenang sebagai siapa kita? Siapa? Mau apa? Dan berbagai pertanyaan untuk diri sendiri yang mungkin butuh waktu untuk menjawabnya.

Mencari Identitas Diri

Sumber gambar: Freepik

Secara psikologis kondisi ini sering disebut Crisis Identity, sekadar informasi saja aku tidak tahu jelas tentang hal ini. Namun rasanya beberapa waktu terakhir aku merasa kehilangan siapa diriku. Rasanya sungguh berat, dan sangat sulit untuk melangkah menuju esok hari.

Mungkin di antara kalian pernah mengalami hal yang sama. Kita bingung dengan apa yang kita lakukan sekarang. Mungkin semua pekerjaan berhasil diselesaikan, mungkin kita berhasil tertawa dengan teman meskipun itu pura-pura. Ya, kehilangan siapa dri kita yang sebenarnya sangatlah wajar terjadi, jadi jangan merasa dirimu sendirian. Ada banyak problematika hidup yang sering membuat kita bertanya,

“Sebenarnya kita berguna gak sih di bumi?”

“Apa sih maksud Tuhan menciptakanku dan memberi umur sepanjang ini?”

“Apa yang harus ku lakukan selanjutnya”

Mungkin beberapa orang menganggap pertanyaan itu hanya keluh kesah yang menandakan jika sebagai manusia kita tak punya rasa syukur. Tapi, percayalah jika kita mengalaminya sendiri. Kita pasti bingung dengan hidup ini. Tujuan hidup terasa jauh dan samar, merasa asing dengan diri sendiri, dan rasanya tak orang lain yang memahami ini. Meskipun semua memberi nasehat, menguatkan tapi percayalah mereka tak sepenuhnya paham dengan apa yang kita rasakan. Orang hanya bisa melihat sesuatu dari apa yang kita tunjukkan, entah itu penampilan yang berantakan atau perubahan sikap yang tampak murung dan pendiam. Orang tak bisa melihat sisi hati kita, selain tertutup rapat, orang tak akan paham itu. Kita sebagai tuan pemilik perasaan saja merasa bingung dan kacau bagaimana orang lain. Cukup lucu jika mereka bilang “Aku juga pernah seperti itu.”

Secara garis besar orang mungkin melewati masa sulit yang serupa. Namun, ingat setiap orang itu unik, memiiki karakteristik masing-masing secara emosional atau fisik.

Saat kehilangan siapa diri kita yang sebenarnya.

Aku sendiri juga bingung. Aku selalu kerepotan dengan angan dan mimpi yang beragam, Aku terkadang juga terjebak dalam presepsi orang-orang. Aku merasa telah mengenal diriku dengan sangat baik. Tapi saat tengah jatuh, atau terluka, Aku lupa dengan segalanya. Aku lupa dengan keinginanku, kebutuhanku, dan semuanya.

Meskipun otakku terus bertanya bagaimana dan menyusun hal-hal realistis. Namun tak bisa dipungkiri, hatiku juga sakit dan berat melewati masa sulit itu. Rasa sedih bukan hanya memberatkan diriku untuk maju, namun juga membuatku tak kenal dengan siapa diriku.

Mencari identitas diri, awalnya cukup dengan mengetahui apa passion kita. Apa yang kita suka, tujuan apa yang kita kejar, dan hal-hal positif lainnya. Tapi kita lupa, untuk bertanya hal apa yang kita takutkan dan khawatirkan. Meskipun terkesan paranoid, tapi rasa khawatir dan takut bisa menjadi alasan penguat untuk menjadi seperti apa kita. Mungkin terdengar omong kosong, ya Aku sendiri juga baru memahaminya saat ini. Menentukan tujuan hidup terkadang juga harus berkali-kali jatuh, mengenal diri sendiri memang perlu dilukai sedikit. Tapi jika kamu berada di kondisi yang sama sepertiku, tengah bingung mencari apa yang sebenarnya kita mau, berusaha menggapai tujuan yang entah itu tujuan utama atau hanya sementara. Tenanglah, kamu tak sendiri, masih ada aku. Aku juga sama sepertimu, mari kita lewati bersama masa sulit ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *