Memulai Menulis Fiksi?

Memulai Menulis Cerita Fiksi?

Memulai Menulis Cerita Fiksi?Memulai Menulis Fiksi?

Hai Dears… hehe, akhir-akhir ini aku mau bilang kalau udah jarang banget bikin tulisan fiksi. Ya ternyata aku masih perlu belajar untuk membuat karya yang lebih baik lagi. Eittts… meskipun aku jarang nulis fiksi bukan berarti aku berhenti menulis ya!

Sebenarnya menulis fiksi itu gampang-gampang susah. Tapi bukan berarti susah banget, aku selalu ingat kata-kata orang terdekat jika setiap orang itu bisa menulis. Terlepas apakah hasil tulisannya bagus atau tidak. Tapi penilaian bagus dan tidak bagus sebenarnya itu persoalan selera pribadi, jika kamu ngerasa bagus tapi orang lain bukan berarti kamu yang salah.

Ngomong-ngomong tentang menulis fiksi, seperti yang aku jelasin aku udah biasa bikin cerpen sejak SD. Terkadang banyak temanku bilang kalau itu adalah bakat. Memang sih, dengan menulis rasanya segala emosiku dapat terluapkan. Sebenarnya untuk saat ini aku cenderung menulis kata-kata agar taste puitisku. Untuk kata-kata yang aku buat biasanya aku tulis dalam story Instagram atau kalau niat akau post sekalian.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan agar orang bisa menulis terutama fiksi. Namun bagiku untuk membuat sebuah cerita fiksi, aku lebih sering menggunakan rasa gundah atau keresahan dalam hati. Ya, rasa resah, dilema, sedih, dan bentuk emosi lain akan sangat membantu dalam proses membuat cerita nanti.

Aku sempat membaca dalam sebuah buku yang dituliskan oleh Gari Rakai Sambu, seberapa dalam teknik atau teori yang dimiliki namun jika penulis tak mampu memberikan pengalaman emosional pada pembaca maka semua akan sia-sia. Jadi, buat Dears yang berjiwa baper jangan sedih bila dicap sebagai orang “lebay” atau “baperan” oleh teman sebaya atau lingkungan sekitar.

Dengan perasaan baper yang kamu miliki justru bisa menjadi bekal yang kuat saat membuat cerita fiksi. Khususnya yang bergenre drama atau romance. Orang yang memiliki sensitivitas yang tinggi (gampang baper) cenderung mudah tersentuh oleh hal-hal tertentu. Yang terpenting dalam memulai menulis fiksi adalah ceritakan segala bentuk perasaan yang kamu miliki, bayangkan saja jika kamu adalah sang karakter utama. Namun ingat jangan terlalu memaksakan diri, kamu bisa memulainya dari:

  • Menulis buku diary
  • Menceritakan pengalaman masa lalu
  • Mengungkapkan isi hati yang kemudian kamu wujudkan dalam bentuk cerita

Untuk memulai menulis itu kamu bisa memulainya dari 1 paragraf saja, kemudian bertambah menjadi beberapa paragraf sehingga membentuk cerita yang menarik. Intinya janga takut untuk mencoba!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *