Memang Menjadi Dewasa Itu Bagaimana?

Memang Menjadi Dewasa Itu Bagaimana?

Memang Menjadi Dewasa Itu Bagaimana?

Halo semua, kabar kalian baik bukan? Syukurlah kalau kalian semua baik-baik saja saat ini. Hari ini aku mau membagikan pandapatku tentang satu kata yag mungkin sering kita jumpai, yaps kata “Dewasa”. Menurut kalian dewasa itu apa sih?

Memang Menjadi Dewasa Itu Bagaimana?

Sumber gambar : Freepik

Dewasa melambangkan segala orgaisme yang telah matang yang lazimnya merujuk pada manusia yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita (wikipedia.com). secara biologis seseorang dianggap dewasa jika dia telah memasuki usia 17 sampai 19 tahun. Makanya momen perayaan ulang tahun yang ke 17 sangatlah penting bagi para remaja, termasuk aku dulu. 17 tahun kita udah dapet KTP, udah dapet SIM udah kelas 3 SMA, dan udah boleh nyoblos waktu pemilu.

Tapi tentu dewasa bukan lagi diukur melalui usia kita saja. Ada banyak aspek yang menentukan seseorang tampak dewasa. Namun sebelumnya ku tegaska, apa yang aku tulis hari ini bukan berarti aku adalah benar dan sudah dewasa seutuhnya. Belajar dewasa tentu tentang sikap dan kematangan emosional seseorang.

Aku sendiri juga sering berpikir demikian, namun jika ditelaah lagi, pribadi dewasa tentu tidak cukup dari segi sikap dan kematangan emosional saja. Tentu ada beberapa kondisi dimana seseorang tampak kekanak-kanakan entah saat bersama sang kekasih, orangtua, atau bahkan teman dekat.

Aku sendiri juga sedang berada di tahap belajar, ya aku sering menunjukka egoku pada orang lain. Aku belum bisa mengambil sudut pandang pikir orang lain dengan cepat, dan Aku masih perlu belajar banyak dari orang-orang. Aku masih membutuhkan orang lain untuk diingatkan dan diyakinkan.

Tapi ini bukan maksudku menunjukkan segala kelemahanku. Aku yakin di luar sana masih ada orang yang memiliki perasaan yang sama. Membahas kata dewasa memang tak ada habisnya, ada banyak topik yang bisa dibedah.

Orang dewasa sebenarnya bisa dilihat dari bagaimana ia menyelesaikan sebuah masalah atau menghargai orang lain. Saat berada di sebuah pilihan orang dewasa tentu harus mampu menimbang dan menghadapi segala risiko dari pilihannya itu, ya orang dewasa itu bertanggung jawab atas apa yang mereka pilih.

Membahas sampai di sini saja rasanya cukup berat, belajar menjadi dewasa memang tak mudah. Pertama kita harus mengenali diri sendiri, belajar peka dengan lingkungan sekitar, mampu berpikir rasional, dan akhirnya bersikap bijak. Membahas ini rasanya cukup melelahkan tapi entah kenapa mengungkap arti kata “Dewasa” cukup menyenangkan, meski tak banyak yang ku tahu.

Kalau ditanya cara menjadi pribadi yang dewasa, emmm aku tidak tahu pasti. Belajar dewasa mungkin bisa dimulai dari apa yang kita tonton dan kita baca sehari-hari, membaur dengan beragam orang, jangan pernah takut terhadap apa yang kita pilih. Jika gagal atau risikonya besar, buat pembelajaran. Belajar Dewasa memang tak mudah, kita harus siap dengan berbagai kondisi yang ada. Belajar dewasa tentu butuh waktu, yang pati tidak bisa dihitung dengan bulanan, atau tahunan. Belajar dewasa bagiku sepanjang usia, karena setiap peristiwa yang beragam akan ada pembelajaran baru yang diterima. Sehingga membuat kita lebih bijak dalam bersikap.

Semoga kita semua menjadi pribadi yang terus mau belajar dan terbuka, karena dua hal itu seperti bekal untuk menjadi manusia yang lebih dewasa. Semoga apa yang aku sampaikan hari ini bukan hanya mewakili keluh kesahku saja, namun kita semua. See You!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *