‘Masih Belajar’ Bukan Hanya Untuk Pelajar

‘Masih Belajar’ Bukan Hanya Untuk Pelajar

‘Masih Belajar’ Bukan Hanya Untuk Pelajar‘Masih Belajar’ Bukan Hanya Untuk Pelajar

Sumber gambar: Shopee

Siapa yang tak kenal Imam Usman, Founder dari salah satu platform bimbel online bernama RUANGGURU. Sosok Imam Usman menjadi role model yang cocok untuk generasi sekarang. Saat ini aku berkesampatan untuk meminjam buku temanku, Dicky. Yang berjudul ‘Masih Belajar’ dari Imam Usman, sebenarnya aku belum terlalu yakin untuk membaca buku non-fiksi. Jujur aku membaca buku ini cukup lama ya karena aku membacanya di sela-sela tugas negara yang cukup padat dan jadwal tayang drama korea, hehehe..

Aku baru saja menyelesaikannya, jujur itu buku biografi pertama yang aku baca. Sebelumnya aku membaca buku psikologi yang judulnya “Baca Buku Ini Saat Engkau Lelah.” Jujur awalnya aku sempat membandingkan kedua buku tersebut. karena keduanya sama-sama buku motive. Aku merasa kurang nyaman membaca buku karya Imam ini, sebenarnya ini hanyalah masalah sudut pandang. Karena di buku Usman aku cenderung menjadi penonton, namun karena sudah ditagih dicky akhirnya aku paksakan membaca sampai selesai.

Sedikit cerita tentang buku

Awalnya mungkin aku sedikit jenuh membaca buku ini, namun sepertiga terakhir barulah daya tarikku muncul. Aku sangat salut dengan sosok Imam kegigihannya dalam belajar tergambar begitu jelas. Penggambaran mengenai kisah Imam saat duduk di bangku Sekolah Dasar yang mendirikan perpustakaan agar teman-teman sebayanya dapat fasilitas membaca. Dijelaskan jika jiwa sosial Imam mulai terbentuk saat itu.

Berlanjut pada sekolah menengah Pertama saat ia mulai belajar bisnis dengan menjual marchendiese Harry Potter. Imam selayaknya orang biasa, dibalik kegigihannya dalam belajar dan kecerdasannya di bidang akademik Imam pun pernah mengalami kegagalan. Salah satunya saat hampir gagal masuk dalam sekolah favorite dan gagal menjadi ketua OSIS. Seperti apa yang orang-orang katakan kegagalan adalah hal yang wajar tapi yang terpenting adalah bagaimana caranya agar kita dapat bangkit.

Cerita Imam bisa dibilang menarik sosok yang sangat ambisius namun on the track. Perencanaannya tentang hidup di usia yang masih muda sangat bisa kita tiru. Aku ingat jika semasa kuliah ia selalu membuat goals yang akan dicapai, bukan hanya dari segi akademik saja namun apa yang disukai, apa yang bisa dilakukan, apa yang dimiliki dan apa pun yang ada dalam dirinya. Terlihat dia adalah pribadi yang sangat mengenal diri sendiri.

Buku yang masih [ingin] belajar

Melalui buku ini, aku menemukan pola-pola baru dalam hidup mungkin belajar dari seorang Imam, apalagi penggunaan bahasa yang santai ‘gue’ sangat cocok untuk dibaca kalangan remaja dan dewasa awal. Ya tak bisa dipungkiri saat ini banyak generasi muda yang mengalami kecemasan terhadap apa yang akan terjadi di masa depan atau quarter life crisis.

Dalam buku tersebut aku bukan hanya tahu tentang semangat belajar Imam saja, namun bagaimana seorang Imam memiliki value. Bahkan di bab terakhirnya ia menjelaskan soal legalicy atau warisan dan pesannya untuk anak cucu. Di bab itu aku cukup tersentuh ketika ia berpesan kepada anaknya untuk menjadi seseorang yang bahagia dan berguna terlepas siapapun bapak mereka.

Bahkan sebuah kutipan indah yang bisa jadi pukulan bagi pembaca “bagaimana harapannya tetap hidup meskipun sekelilingnya tetap hidup –menjadi  terang dan bukan hanya mengutuk gelap” banyak tips&trick yang dibagikan imam tentang membagi waktu, mengubah mindset, tidak membatasi diri, dan meraih target hidup. Imam memang sosok muda yang memiliki value bermakna.

Namun entah mengapa aku sedikit kurang nyaman dengan banyaknya #ceritatemanuntukImam, menurutku ini terlalu banyak dan menggangguku. Aku tidak terlalu paham apakah semua buku biografi harus memuat sekitar 10 testimoni atau mungkin lebih. Aku juga tidak yakin jika ini bagian dari narsistik. Namun terlepas dari pendapatku pribadi buku ini merupakan buku yang bagus, selain karena isinya. Susunan buku yang dibuat lebih interaktif dengan pembaca merupakan nilai plus. Ada beberapa kolom kosong yang digunakan sebagai catatan pembaca.

Buku “Masih Belajar” adalah salah satu buku yang sangat rekomen bagi pelajar, mahasiswa, fresh graudate, yang sudah bekerja, ataupun yang telah memiliki usaha.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *