Masa Pandemi Kita Kali Ini

Masa Pandemi Kita Kali Ini

Aku sangat tahu, secara pribadi ada banyak perasaan yang muncul dalam diri masing-masing individu. Semua orang meminta agar bersabar dulu, memang tak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain itu.

Sesama ini banyak dari merasa dibatasi dan harus menyendiri. Hanya kesunyian yang pandang dipandang, tak ada suara bising seperti biasanya. Atau sentuhan tangan yang lembut dan hangat yang terus ingin digenggam.

Banyak dari kita menumpuk rasa sendiri, sedih, sepi, bahkan iri. Semua rasa ini terlalu buruk untuk dipendam terus, namun banyak dari kita yang bingung bagaimana cara menyampaikan semuanya. Bagi semesta kita mungkin sosok yang sangat tak berdaya, namun itu bukan alasan untuk terus meratapi apa yang terjadi.

Jika terus diamati, banyak dari sekitar kita yang menyalakan harapan di sisa-sisa apa yang mereka punya. Seringkali membuat tangis haru, seakan rasa lara perlahan sirna ketika Aku membaca beberapa artikel di media sosial. Seorang Sepuh mencari rejeki di tengah pandemi. Atau artikel haru lain yang membuatku menetralkan segala rasa sepi, sedih, iri, dan sendiri.

Aku tahu tulisanku kali ini sangatlah berantakan. Kalian tak akan memahaminya, Aku menulis dengan perasaan penuh kebingungan. Masa pandemi membuat semuanya belajar, termasuk Aku. Semakin lama Aku merasa akan terbiasa namun ternyata ada banyak kejutan yang tak terduga, gejolak perasaan yang beragam masih menyertai. Terkadang Aku bertanya “Aku ingin, Aku melakukan itu karena ingin.”

Tapi masa pandemi mengejarkan kita untuk tidak menjadi pribadi egois. Merasakan sesama. Duka, Suka, Cita. Mari bersama kita nyalakan harapan setidaknya pada diri sendiri, barulah orang lain. Banyak yang kehilangan harapan, dan sebagai makhluk sosial tugas kita membantu mereka menemukan harapannya.

Cerita personal yang sangat tidak jelas. Aku harap kalian bisa memahami sedikit.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *