Mareokoco Semarang, Keliling Jawa Tengah

Mareokoco Semarang, Keliling Jawa Tengah

Mareokoco Semarang, Keliling Jawa Tengah

Halo semua, bagaimana kabar kalian? Sehat ya. Hari ini aku mau cerita, rasanya udah lama banget aku gak bercerita tentang perjalanan. Nah, selama masa pandemi ini tentu ada beberapa tempat wisata yang ditutup tapi ada pula yang dibuka dengan catatan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Minggu kemarin tepat (13/9) Aku bersama ketiga temanku pergi ke berkeliling Semarang. Ya, kami menaiki bis trans Semarang dan janjian berkumpul di halte Simpang Lima. Rencana awal Aku dan teman-teman ingin berkunjung di Museum Ronggowasita. Tempat itu memang aku yang mencetuskan. Ini bukan karena kami anak culun. Aku cuma ingin salah satu vlog dari Keluarga Belo yang mengatakan, salah satu cara belajar sejarah sebuah tempat adalah dengan mengunjungi museumnya. Bagiku memang tidak adil jika bertahun-tahun merantau di kota Semarang namun tak paham bagaimana sejarahnya. Untuk itu Aku mengajak ketiga temanku ini bermain ke sana. Tapi ternyata di hari itu museum masih ditutup (sementara) dan dibuka kembali bulan depan.

Akhirnya bingung dong mau kemana, mana panas banget. Setelah diskusi akhirnya kami memilih pergi ke taman Mareokoco. Meskipun bersifat taman dan dikategorikan sebagai wisata keluarga, namun bagiku ada beberapa hal yang bisa dipelajari di tempat itu.

Kami akhirnya pergi ke halte terdekat, setelah menunggu 30 menit akhirnya kami mendapatkan bis yang mengarah ke Mareokoco langsung.

Untuk tiket masuknya sendiri seharga 15.000 cukup murah. Kebetulan siang itu suasana Taman Mareokoco sedang ramai. Namun petugas tetap memerintahkan pengunjung menaati protokol kesehatan. Sampai di sana kami berhenti di salah satu warung untuk membeli minum. Jujur siang itu cukup panas, oh ya buat temen-temen kalau beli minum jangan lupa buang sampai di tempatnya ya. Setelah ngaso kami jalan-jalan keliling rumah adat.

Meskipun dibilang wisata keluarga namun taman Mareokoco juga sering dijadikan tempat hunting foto entah untuk memenuhi feed instagram atau prewedding. Ada banyak kabupaten yang digambarkan di sini. Mulai dari kabupaten Blora, Grobogan, Semarang, Surakarta, hingga Cilacap. Kalau dilihat dari peta wisata. Dari pintu masuk telah diurutkan kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah paling timur hingga ke paling barat.

Jadi kalau di amati kabupaten yang dekat dengan pintu dan di tengah-tengah adalah tempat yang cukup ramai dikunjungi. Oh ya tempat ini cukup luas, kalau capek mengelilingi dengan jalan kaki kita bisa pakai kereta.

Selain rumah ada, setiap kabupaten juga dilengkapi dengan ciri khas apa yang ada di sana. Misalnya Boyolali yang disebut sebagai New Zealand Central Java, dimana produksi susu di Boyolali yang tinggi. Jadi di sebelah rumah adat Boyolali dilengkapi dengan patung sapi perah. Terus, Banjarnegara yang terkenal dengan dawet Ayu, dan Jepara yang terkenal dengan kerajinan gerabahnya.

Bukan hanya itu, Ada pula gambaran laut jawa yang bisa kalian kelilingi dengan perahu, dan miniatur seperti candi waduk bahkan bengawan solo.

Kalau kita telisiki lebih jauh, ini bukan hanya liburan semata. Tapi tempat ini juga bisa jadi tempat belajar yang menyenangkan. Terutama belajar kebudayaan kalau jaman SD belajar IPS mungkin. Kalau kalian masuk ke setiap rumah, coba deh perhatikan detail-detailnya. Seperti yang kita tahu rumah adalah tempat berlindung. Setiap daerah di Jawa Tengah memiliki kondisi geografis yang beragam. Jadi dibangunnya rumah adat tiap kabupaten memiliki ciri khas yang berbeda, mulai dari pilar, bentuk atap, tegel, bahkan hal kecil seperti ukiran-ukirannya. Sayangnya Aku gak didampingi tour gate gitu. Jadi aku hanya bisa menalar pemaknaan dari setiap rumah. Tapi, saat mengunjungi tempat ini justru aku merasa mendapatkan insight baru dan ingin belajar lebih jauh lagi tentang budaya Indonesia khususnya budaya Jawa Tengah.

Mareokoco Semarang, Keliling Jawa Tengah

Maklum aku sendiri juga merasa sedikit kehilangan kejawaan-ku. Jadi berkunjung sebentar ke Mareokoco membantuku kembali untuk mengingat jati diri sendiri. dan lebih banyak belajar tentang kebudayaan terutama di bidang arsitekturnya. Ini jujur, saat mengunjungi tempat ini, rasanya Aku ingin kelak ketika sudah berkeluarga mengajak anak-anak ke tempat seperti ini. Bukan hanya liburan semata namun juga belajar dan menambah pengetahuan mereka.

Nah itu dulu cerita dariku, semoga kalian terhibur! Oh ya Foto2nya sebenarnya banyak Aku cuma milih beberapa.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *