Kelas Nulis Virtual Bareng IC: Mengubah Patah Hati Jadi Cerita Fiksi

Kelas Nulis Virtual Bareng IC: Mengubah Patah Hati Jadi Cerita Fiksi

Kelas Nulis Virtual Bareng IC: Mengubah Patah Hati Jadi Cerita Fiksi

Kelas Nulis Virtual Bareng IC: Mengubah Patah Hati Jadi Cerita Fiksi

Halo semua! Hari ini aku mau cerita tentang pengalamanku semalam. Ngapain coba malem jumat? Nggak kok, nggak aneh-aneh.

Beberapa hari yang lalu, gak tahu kenapa rasanya kangen bet sama kegiatan sharing gitu. Jujur Aku termasuk orang yang selalu semangat kalau acara sharing dengan topik yang menarik (menurutku) entah diposisi peserta ataupun pengisinya. Nah kemarin malam, tepat malam jumat Aku mengajak anak-anak IC (Internet Club) buat bikin kelas kepenulisan secara virtual.

Setelah aku dan anak-anak IC setuju buat bikin kelas nulis bareng, akhirnya kami nentuin tanggal dan memulainya semalam.

Secara teknis acaranya seperti acara pada umumnya, sharing 30 menit dan tanya jawab 30 menit. Untuk materi yang aku bawain, itu hampir sama dengan artikel yang aku post beberapa waktu lalu, mengubah patah hati jadi cerita fiksi.

Oh ya Aku masih ingat bagaimana reaksi orang-orang saat tahu judul acaranya seperti demikian. Semua orang pikir jika materi yang aku bawakan itu materi galau. Aku senyum-senyum sendiri lihat respon mereka. Ya, aku tahu, dan aku sengaja minta anak IC buat ngasih judul acara gitu. Ya mau bagaimana, topik galau selalu menyedok perhatian orang-orang. Maklum lebih banyak orang yang patah hatinya dibanding yang jatuh cinta.

Ini jujur sih 2 malam menjelang hari H aku belajar. Ngeresume tulisanku dari blog dan baca ulang buku langkah awal menulis buku fiksi yang aku beli di bazar buku tahun lalu. Ya, Aku diajari “Saat ngisi acara jangan hanya omong kosong. Tapi harus ada isi” setelah mendengar pernyataan itu, aku mulai paham. Jika mendapatkan amanah sebagai pengisi bukan hanya sekadar panggung namun tanggung jawab. Untuk itu Aku harus mengisi ulang otakku, berharap jika apa yang aku sampaikan bisa menjawab rasa penasaran audiens.

Aku sebenarnya nggak menargetkan jumlah peserta yang bakal ikut kelas. Cuma info yang aku dapet sekitar 20 orang, tapi ternyata jumlah peserta semalam mencapai 30 orang. Aku gak nyangka apalagi terlihat mereka banyak yang antusias. Aku berharap pertanyaan mereka aku jawab dengan baik :’)

Setelah 1 jam lebih 15 menit kelas selesai. Tak lupa Aku menutupnya dengan sajak. Bukan Riski namanya jika tak memberi virus baper ke dunia. Hahaha…

Aku banyak belajar dari acara ini. Meskipun aku di sana sebagai pengisi namun aku belajar jika diriku harus memperdalam public speaking lagi. Meskipun bukan di atas panggung, tapi sensasi deg-degannya masih terasa. Bahkan keringatku sampai keluar banyak dan membasahi jilbab. Aku juga sadar jika kata yang aku sampein ke temen-temen masih bundel. Dan aku harap kalian paham maksud aku. Aku juga sadar, Aku juga harus latihan pernapasan, hahaha… ngomong 30 menit tanpa minum ternyata ngabisin suara juga.

Udah dulu ya ceritaku hari ini, semoga ada kelas-kelas nulis lainnya yang bisa diikuti orang-orang bukan hanya anak IC saja. Mungkin di antara kalian juga bisa! See You!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *