Dulu Aku Juga Insecure, Dengan Namaku

Dulu Aku Juga Insecure, Dengan Namaku

Dulu Aku Juga Insecure, Dengan Namaku

“Insecure.”

Dulu Aku Juga Insecure, Dengan Namaku

Kata yang saat ini banyak sekali orang ucapkan. Kata insecure berkaitan dengan rasa takut atau tidak aman kita terhadap sesuatu. Misalnya saja berat badan, kecantikan, pendidikan, dan lain-lain. Emang sih namanya hidup pasti tak terlepas dari ancaman, rasa insecure mungkin menjadi pengingat kita akan sesuatu buruk yang mungkin terjadi. Tapi kadang sikap insecure ini yang bikin kita malah nggak percaya diri.

Pasti kalian juga percaya kalau aku juga mengalami rasa insecure itu. Ada banyak hal memang yang sangat membuatku tidak aman selama ini, tapi salah satu hal yang aku ingat adalah aku pernah memiliki rasa takut dan tidak aman terhadap namaku sendiri.

Seperti yang aku kenalkan di blog ini, namaku adalah Riski Wahyuningsih. Dulu sewaktu Aku kecil, orang banyak bilang kalau namaku adalah nama anak laki-laki. Bayangin sih, dulu aku cewek, cadel yang susah bilang “R” punya nama yang awalan hurufnya itu, dan dulu yang aku sampai malu buat menyebut siapa namaku sendiri.

Aku sempet mikir sih, kenapa orangtuaku nggak ngasih nama yang bagus. Nama yang emang itu nama cewek, maklum saja di lingkunganku nama Riski dan Wahyu rata-rata dimiliki oleh anak laki-laki. Apalagi saat itu sudah banyak temanku yang memiliki nama bagus. Tambah insecure-lah aku. Apalagi memasuki masa pubertas, masa ini adalah masa yang cukup sulit. Sulit mengontrol emosi kita, belum paham dan bisa menyampaikan apa yang kita inginkan dengan benar.

Aku juga sempat merasa malu punya nama “Riski” karena respon orang yang mendengarnya terkadang menyebalkan. Namun, akhirnya rasa percaya diriku terhadap namaku sendiri mulai muncul. Lebih tepatnya waktu SMA, Aku juga bingung sih awalnya kenapa. Tapi yang jelas karena aku merasa memiliki keberadaan di sana.

Perlahan aku tahu, nama tentu memiliki arti dan harapan. Sempat ada yang bilang ke aku, nama Riski bisa berarti Rejeki. Mungkin dulu, orangtuaku berharap lahirnya aku di dunia untuk membawa rejeki kepada mereka. Membawa rejeki untuk orang lain tentu bagus sekali, dimana kehadiranku bisa disyukuri orang sekitar.

Entah aku pernah menulisnya di sini atau nggak, salah satu harapanku adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan segala kompetensi yang aku punya, dan niat yang tulus. Aku ingin kehadiranku menjadi rejeki buat orang lain, setidaknya aku ada bukan untuk merugikan mereka.

Entah aku akan menjadi teman dekat, patner kerja, sekadar kenal, atau bahkan pendamping hidup. Aku ingin kehadiranku memiliki arti di hidup mereka, di hidup orang-orang yang mengenal siapa Riski entah di masa lalu, sekarang, atau mendatang.

Nama itu seperti amanah dan doa orangtua. Mungkin salah satu dari kalian pernah mengalami hal yang sama denganku, merasa malu dengan nama sendiri. Bahkan tidak percaya diri. Percayalah jika setiap nama itu bagus dan penuh makna. Karena orangtua kita dengan sangat berhati-hati memilih nama itu, dan memanjatkan doa dari kata yang disusun.

Mungkin itu dulu ceritaku hari ini. Maaf jika apa yang ku sampaikan kurang berkenan, semoga siapapun yang mengalami hal sama bisa sedikit lega. Ada aku yang pernah mengalami itu, melawan insecure memang nggak mudah. Perlu keberanian besar dan keyakinan yang kuat dalam diri kita. Mari kita latih perlahan, dan bersyukur atas apa yang diberkahi oleh Tuhan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *