Belajar Nulis: Saat Bikin Buku Tapi Mentok Di Tengah Jalan?

Belajar Nulis: Saat Bikin Buku Tapi Mentok Di Tengah Jalan?

Halo semua! Ketemu lagi di blog Aku ini, hehehe lumayan berdebu memang. Makanya sekarang Aku mau rajin bersihin, biar nggak sepi. Nah, hari ini apa yang harus dibahas? Emm… tulisan aja kali ya, maklumlah setiap hari Aku nulis sesuatu. Entah buat diposting di Sosmed atau buat kerjaan.

Belajar Nulis: Saat Bikin Buku Tapi Mentok Di Tengah Jalan?

Mungkin Aku pernah bilang tentang kisahku yang pernah nerbitin 1 buku. Ya, masih satu sih tapi doain buku ke 2, 3 dan 4 ku segera rilis dalam waktu terdekat. Dalam beberapa pertemuan dengan temen-temen kuliah, beberapa ada yang tanya ‘Mbak gimana caranya nulis tanpa mentok?’ Ya saat itu Aku spontan dan selalu menjawab dengan hal yang sama

‘Pertama diskusi agar memperluas sudut pandang, kedua perbanyak buku bacaan karena setiap buku memiliki ide cerita. Ketiga ikut kelas nulis, ya waktu itu emang aku masih diamanahi buat ngajar nulis.’

Ketiga hal itu sebenarnya bukan omong kosong, itu nyata adanya karena aku menerapkan hal itu untuk mendapatkan ide-ide cerita setiap kali menulis. Tapi, Aku juga pernah mentok di tengah jalan saat tengah menulis buku.

Padahal saat pertama kali menulis buku, Aku selalu menentukan ide dan pesan apa yang ingin disampaikan dari cerita yang akan ku buat. Hal ini penting karena, ini yang menjadi pedoman kita dalam membuat alur yang jelas. Aku juga selalu memvisualisasikan bagaimana karakter yang terlibat, mulai dari bentuk fisik, karakter, hingga latar belakang.

Biasanya Aku membuat cerita berdasarkan perasaanku yang terpendam. Ini bukan berarti Aku menulis buku untuk seseorang agar tahu perasaanku bagaimana. Perasaan yang terpendam seperti kegundahan, keresahan akan sesuatu, atau perasaan yang memang personal buatku, tak melulu tentang cinta. Meskipun terkadang Aku terinspirasi oleh mimpi, namun kebanyakan tulisan yang Aku buat berdasarkan apa yang aku rasakan.

Next, setelah aku menentukan ide cerita dan karakter, aku akan mulai membayangkan titik awal cerita. Selanjutnya, Aku juga mikirin bagaimana klimaks serta resolusi-nya. 3 hal ini penting, karena alur cerita yang jelas akan membantu pembaca kita memahami pesan apa yang ingin disampaikan.

Lalu gimana kalau selama proses menulis kehabisan idelah, gak ada waktu buat nulislah, atau lainnya?

Nah, Aku memang pernah mentok dijalan saat menulis buku. Tapi ada beberapa penyebab kenapa seseorang mentok di tengah jalan. Kehabisan ide? Ya seperti yang aku jelaskan, ada 3 cara yang bisa ditempuh, selain itu dengan menyusun kerangka cerita yang jelas akan memudahkanmu dalam membuat buku cerita. Sejujurnya Aku tidak pernah menggunakan metode membuat kerangka cerita dulu, bagiku itu cukup membatasi imajinasiku. Tapi, buat pemula dan takut kehabisan ide cara ini bisa dicoba.

Gak ada waktu buat nulis? Ini termasuk alasan klasik, dan penyelesaiannya juga klasik. Kuncinya adalah punya kemauan yang besar dan konsisten. Percuma saat kamu punya ide yang besar, atau memiliki jadwal nulis yang terstruktur tapi kamu tak memiliki kemauan dan konsisten terhadap apa yang dikerjakan.

Alasan lain yang membuat seorang penulis mentok di jalan adalah terlalu perfeksionis. Aku mengalami ini, bagi kalian yang masih dalam proses nulis buku. Tentu membuat cerita fiksi akan membuat imajinasi kita semakin liar. Alhasil, alur cerita yang sebenarnya bisa diringkas menjadi berbelit, konflik yang dibuat terlalu banyak, sehingga sulit rasanya untuk menyelesaikannya satu persatu. Saat rasa perfeksionis muncul rasanya konflik-konflik kecil menjadi penting dan lupa dengan klimaks cerita. Untuk itu, keep control dengan diri sendiri dan pesan awal yang ingin disampaikan adalah hal yang penting. Sebuah cerita memang sangat menarik saat melihat karakter-karakternya memiliki masalah, tapi jika masalah tersebut terlalu banyak dan berulang itu akan membuat pembaca lelah. Bahkan penulisnya juga demikian.

Itu dia tips belajar nulis dari Aku, belajar selanjutnya mungkin bisa tentang hal lain. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi kita semua ya! Sampai ketemu di ceritaku yang lain.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *