Belajar Ilmu Parenting Melalui Drakor “Sky  Castle”

Belajar Ilmu Parenting Melalui Drakor “Sky  Castle”

Belajar Ilmu Parenting Melalui Drakor “Sky  Castle”Belajar Ilmu Parenting Melalui Drakor “Sky  Castle”

Hai Dears bertemu lagi denganku, kali ini aku mau bahas mengenai salah satu Drama Korea (Drakor) yang sebenarnya udah lewat  beberapa bulan kemarin tapi masih relevan buat ditonton sekarang. Ya, Sky Castle, serial drama dengan 20 episode ini berhasil membuatku nonton marathon. Padahal kebiasaan nonton marathon sudah lama sekali aku singkirkan dalam hidup. Yah…. karena kurang produktif aja, dan terlalu banyak waktu yang aku buang untuk menonton serial drama.

Drama ini sebenarnya tayang di akhir tahun 2018 sampai awl tahun 2019 lalu. Kemunculan drama ini bahkan sangat Viral di Korea Selatan, hal ini dapat dilihat dari spesial episode dimana dalam acara talkshow, ada banyak video parody mengenai drama ini. Menurutku tidak mengheran jika drakor ini menjadi viral dan memiliki rating yang tinggi selama masa penayangannya.

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa kamu harus nonton drakor ini, jujur sih dari episode 1 sampai 20 rasanya gak ada celah atau kekurangan. Rasanya benar-benar sempurna!

Pesan yang benar-benar nyampe

Alasan mengapa aku sangat menyukai drama ini adalah topik yang diangkat sangat related. Jika anak-anak di Korea Selatan belajar mati-matian demi masuk dalam 3 Universitas terbaik di Korea. Universitas itu ialah Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University. Apalagi asumsi masyarakt yang menganggap jika tidak lolos dalam Universitas tersebut dianggap gagal dan tak bisa mencapai karier yang cemerlang.

Sebenarnya pesan itu bukan hanya untuk orangtua atau para pelajar di Korea Selatan saja. Namun juga berlaku di negara lain seperti Indonesia. Ya, terkadang memang banyak orangtua yang terobsesi atas pendidikan atau karier anaknya. Untuk mencapai hal tersebut terkadang banyak orangtua yang melakukan berbagai cara, namun sayangya banyak orangtua yang ingin anaknya sukses tapi tak mampu memahami keinginan anak yang sebenarnya.

Kalau rata-rata drama korea bergenre romansa, fantasi, ataupun comedy sangat laris. Menurutku Sky Castle adalah drama keluarga yang dapat ditonton berbagai usia. Jujur di drama ini ada banyak sekali cast, mulai dari aktris dan aktor senior yang berperan sebagai orangtua. Serta aktris dan aktor muda bahkan salah satu member idol grup SF9 turut bergabung.

Meskipun ada banyak cast, namun aku sangat merasakan jika peran masing-masing sama rata. Di setiap keluarga memiliki konflik yang berbeda-beda. Misalnya Professor Cha seorang Ayah yang keras terhadap anggota keluarganya, serta berusaha menanamkan filsafatnya untuk mencapai puncak tertinggi pada anak-anak. Lalu Suh Jin seorang ibu rumah tangga yang berusaha agar putri sulungnya lolos ke Fakultas kedokteran University National Seoul, dan menghadapi berbagai masalah keluarga lainnya. Sebenarnya masalah yang ada dalam drama ini sangatlah kompleks. Terkadang hidup dalam kemewahan tak menjamin kebahagiaan.

Set tempat yang sangat bagus kompleks rumah mewah dengan arsitekstur ala eropa. Hal inilah yang memperkuat aura persaingan sesama keluarga siapa yang paling tinggi. Hampir semua karakter digambarkan sebagai sosok yang ambisius dan haus akan pengakuan sosial. Dan inilah yang terkadang membuat kita banyak orang tak sadar, tak ada untungnya diakui oleh orang lain.

Emosi rasanya dibanting abis-abisan

Selama nonton drama ini, rasanya emosionalku becampur aduk marah, iba, sedih, hingga bahagia. Akting para pemain sungguh luar biasa, ditambah sinematografinya juga bagus. Dan yang tidak kalah penting adalah soundtrack! ‘We A Lie’ sangat outentik dan pas untuk mewakili drama ini, bukan hanya itu terkadang diputar instrumen atau lagu klasik yang bikin sakit kepala karena saking banyaknya nangis.

Aku gak bisa berkata banyak, meskipun apa yang aku tulis udah lumayan banyak :’) hehehe… mungkin ini akan jadi drama yang masih relevan untuk ditonton beberapa tahun mendatang. Oh ya.. berhubung aku belum nikah ada secret massege yang aku tangkep “membangun biduk rumah tanga itu susah neng, jadi jangan buru-buru nikah.” Semoga apa yang aku sampaikan ini bermanfaat untuk Dears semua! Nonton drakor gak salah kok, asalkan lebih selektif dan memang dilakukan di waktu luang (gak ada deadline kerjaan di kantor!). See You! Nantikan artikel menarik lainnya ya!!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *