Belajar Dari Tulisan Yang Dulu

Belajar Dari Tulisan Yang Dulu

Belajar Dari Tulisan Yang Dulu

Halo, ketemu lagi! kira-kira diantara kalian para pembaca adakah yang berusia 20 tahun ke atas? Jika ada berarti kita sama hihihi. Sebenarnya kalau membahas usia pasti akan ada banyak cerita yang muncul. Usia 20 tahun ke atas, terkadang menjadi beban tersendiri bagi beberapa orang. Di usia ini, kita akan belajar bertanggung jawab terhadap kehidupan sendiri ataupun orang lain (seperti keluarga), namun di sisi lain, kita masih memiliki jiwa petualang yang haus akan kebebasan.

Belajar Dari Tulisan Yang Dulu

Semakin bertambah usia, tentu semakin banyak hal yang kita pelajari. Entah itu di lingkungan akademik maupun di luar. Selain itu, kita juga harus belajar mandiri, membiayai hidup sendiri, dan lain-lain. Dewasa mungkin nggak bisa dijawab dengan usia, namun dengan sikap, kondisi emosional, dan cara kita menyelesaikan masalah.

Aku juga orang bukan orang sudah dewasa, masih ada sebagian hidupku yang bersikap kekanak-kanakan. Orang dewasa memang harus terus belajar.

Tapi beberapa waktu ini aku merasa gelisah, dengan bertambahnya usiaku sekarang Aku merasa semakin membutuhkan ruang untuk berpikir, semakin banyak hal yang aku pelajari, dan harus belajar peka dengan sekitar. Aku tahu setiap orang punya egonya masing-masing. Dulu, waktu awal menulis, khususnya menerbitkan buku pertama kali. Aku sungguh bersemangat nggak percaya, dan ya sedikit menyombongkan diri. Tapi berjalannya waktu, Aku sadar itu salah. Bukan salah lebih tepatnya keliru. Sebagai penulisnya, tak baik jika meninggikan karya. Karya diciptakan dari hati, jika hati telah meninggi akan sulit untuk membuat karya yang murni lagi.

Saat ini Aku ingin memulai lagi, Aku memuli menulis dari hal-hal yang kecil lagi. Dari tulisan yang singkat, dulu Aku berusaha mengejar panggung dan perhatian dari orang sekitar. Kini Aku berusaha mengubah sudut pandang itu.

Aku ingin menulis lagi, dengan kata-kata yang berasal dari hati. Terlalu puitis memang, tapi Aku senang. Aku mendapatkan banyak masukan dari orang-orang. Dari sinilah Aku mulai belajar, ternyata menulis bukan hanya sekadar menyampaikan pendapat, bukan hanya media berkomunikasi, atau meluangkan apa yang telah tersimpan di hati. Menulis juga bagian dari tanggung jawab, setiap hal yang Aku tulis tentu sarat akan makna dan pesan. Pesan tersebut bisa saja positif dan negatif, tentu Aku tidak ingin apa yang Aku tulis justru berdampak buruk pada siapapun yang membacanya. BENAR, AKU HARUS BERTANGGUNG JAWAB! Aku nggak mau tulisan itu justru menjerumuskan.

Aku ingin menjadi seorang penulis yang lebih dewasa, yang bukan hanya memikirkan diri sendiri, namun juga pembacanya. Sama seperti saat ditanya temanku, “apa tujuan atau keinginan yang bisa ingin kamu capai dari tulisan-tulisanmu?” jawabannya masih sama sampai sekarang. Aku ingin dekat dengan para pembaca, dan menjadikan tulisanku sebagai teman mereka.

Mereka yang patah hatinya. Mereka yang dilema. Mereka yang ragu. Mereka yang kesepian. Aku ingin setiap tulisan yang ku buat entah itu sajak, cerita, atau jurnal seperti ini. Bisa menjadi teman yang mendampingi.

Mungkin itu dulu yang Aku ceritakan hari ini. Maaf jika Aku bercerita ngalor-ngidul, hehehe, Semoga informasi ini bermanfaat. Nantikan tulisanku berikutnya!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *