Tumpengan Tanpa Tumpeng, Villa Joekani Bandungan [2]

Tumpengan Tanpa Tumpeng, Villa Joekani Bandungan [2]

Jujur di hari sabtu ini, kondisiku sangat lelah. Setelah kemarin pulang pergi ke Bandungan, dan hari ini sepulang kerja lagi (tanpa sempat mandi) aku berangkat ke Bandungan dengan temanku yang lain. Sebenarnya aku tak berniat untuk datang, tapi aku bingung apa yang harus ku lakukan di kostan? Ya mengisi hari libur menurutku menikmati suasana Bandungan lagi tidak masalah.

Aku berangkat ke Bandungan selepas sholat magrib. Kali ini aku berangkat bertiga, kami sedikit santai. Karena tak ada tanggungan untuk mengisi materi atau kegiatan apa pun. Kalau kemarin banyak kendaran besar yang aku temui di perjalanan. Malam ini, justru banyak kendaraan roda dua yang saling berboncengan dengan pasangannya, yah ‘Malam Minggu.’ Jika kemarinn aku tidur di Villa Joekani, malam ini aku tidur di Villaqu. Letaknya hanya kurang lebih20 meter turun dari villa Joekani. Malam kedua justru lebih banyak orang yang datang, untung saja kedatanganku tepat saat makan malam. Hmm.. tahu saja aku kelaparan.

Aku bertekad malam ini aku harus punya waktu istirahat yag bekualitas. Aku tidur sekitar jam 01.30 namun karena suasana villa saat itu jauh lebih tenang, jadi tidurku lebih nyenyak. Tepat jam 05.00 aku bangun dan menuaikan sholat subuh. Aku duduk santai dengan beberapa temanku di dalam ruangan villa lalu…

“Dek jalan-jalan yuk!”

Mbak Fita mengajakku untuk menikmati pagi hari dengan berjalan kaki. Suasana seperti ini memang untuk bergerak sekadar jalan-jalan atau jogging. Berjemur di bawah terik matahari pagi sambil melihat orang senang sangat pas sekali. Setelah senam selesai, dan panitia menyiapkan sarapan yang nikmat. Aku dan mbak Fita menuju ke Vila duduk di teras sama seperti kemarin malam. Bertukar pikiran, bercanda tawa lengkap sudah apalagi sarapan kali ini soto ayam dengan kuah yang hangat.

Tumpengan Tanpa Tumpeng, Villa Joekani Bandungan6  Tumpengan Tanpa Tumpeng, Villa Joekani Bandungan4

Tumpengan Tanpa Tumpeng, Villa Joekani Bandungan2Oh ya selang 1,5 atau 2 jam dari sarapan, aku makan bakso lagi bareng mbak Fita. Hehehe… ya karena kebetulan ada tukang bakso yang ngetem depan Vila. Kalo bakso kali ini cukup enak, harganya 8.000 tapi dengan 1 bakso besar yang berisi telur puyuh. Selain itu, ada satu tahu yang dipotong 2 dan 4 bakso kecil yang dicampur sayur. Pokoknya bakso Bandungan mantep deh meskipun harganya 5.000 sampai 8.000 pastiin coba ya!

Karena hari ini hanya penutupan kegiatan jadi lebih banyak waktu untuk bersantai. MT yang mengangkat tema “Tumpengan” namun menu yang kami santap bukanlah nasi tumpeng. Seperti pada kepercayaan masyarakat nasi tumpeng hadir dalam perayaan dari hari kelahiran, sedekah bumi, dan syukuran saat membuka usaha atau pekerjaan. Nasi tumpeng selalu identik dengan kebersamaan, bagaimana tidak. Porsi nasi yang besar tentu harus disantap banyak orang, meskipun tak ada tumpeng di acara ini. Namun filosofi yang tersimpan tersampaikan, setiap orang memiliki ruang untuk saling berbicara, menyapa, dan berbagi.

Tumpengan juga bisa menjadi nostalgia, sudah berapa bulan aku tak bisa kumpul dengan mereka? Momen tumengan ini semoga menjadi saat yang disenangi oleh banyak orang baik aku dan teman-teman maupun adik-adik yang masih berjuang mempertahankan UKM ini. Tumpengan, saatnya tumbuh  berkembang bersama. Jangan karena takut salah atau perbedaan pandang membuat kita semua menjadi pribadi yang tak dewasa.

Semoga ceritaku kali ini, berkenan di hati kalian semua Dears! selalu berbagi cerita, karena setiap cerita akan menginspirasi orang lain yang mendengarkannya. Banyak orang yang ingin bercerita namun, tak semua orang tahu media mana yang cocok untuknya, siapa yang mau mendengarkan ceritanya? Jangan takut dan ragu! Ceritakanlah saja tentang apa yang dialami, jangan terlalu lama memendamnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *