31 OKTOBER

31 OKTOBER Part 1

31 OKTOBER | Part 1

Bagi orang indonesia, hari halloween bukan hari yang penting. Bahkan ada beberapa orang tak kenal hari itu. Maklum saja, Halloween bukan budaya Indonesia tapi budaya barat. Tapi, sekarang banyak anak muda yang mengikuti budaya barat, jadi jangan heran setiap tanggal 31 satu beberapa masyarakat kota khususnya area jakarta yang berpesta dengan teman-temannya di sebuah resort, villa, atau apartemen dengan menggunakan kostum menyeramkan. Pesta Halloween juga menjadi ajang pamer ke teman-teman. Entah pamer kekayaan atau pamer pacar. Tapi sudah 3 tahun berlalu semenjak Aku lulus kuliah dan rutin ikut pesta Halloween, Aku tak pernah memamerkan apapun. Pacar yang ku bawa selalu sama, harta? Apalah yang ku punya, hanya itu-itu saja.

31 OKTOBER

Oh ya jika ditanya adakah orang yang berhasil berdandan seram di pesta halloween selama Aku ikuti? Jawabannya TIDAK. Seseram apapun dandanan dan pakaian mereka, Aku tidak akan takut. Sebetulnya Aku adalah seorang Indigo, yang terbiasa melihat penampakan hantu selama 20 tahun. Asal kalian tahu saja, Aku bukan hanya melihat sosok hantu saja. Aku bisa berkomunikasi bahkan mengusir mereka jika suatu saat mereka mengganggu kehidupanku. Bisa dibilang aku memiliki bakat seorang dukun.

Dulu, kakek dari kakek buyutku juga memiliki kemampuan yang sama, kemampuan inilah yang akhirnya menurun padaku. Seperti anak indigo lainnya, dulu aku sangat takut. Tapi Aku mulai terbiasa dengan hadirnya sosok mereka. Bahkan, saat berada di pesta halloween beberapa dari mereka turut bergabung dan bergembira bersama. Namun sekali lagi mereka tak kasat mata.

29 Oktober, 3 hari sebelum pesta halloween berlangsung. Undangan dari teman-teman sudah penuh di grup WA. Tak lupa kostum tahun ini harus disesuaikan dengan protokol kesehatan, tapi kalau begitu kenapa bir dan alkohol sekalian tidak disediakan saja? Haha, anak muda dasar. Jika tidak mabuk cinta ya mabuk alkohol.

Terdengar dering dari ponselku. Itu Lani, pacarku. Kami sudah 5 tahun menjalin hubungan asmara dan rencananya tahun depan Aku akan melamar Lani.

“Hallo Bobby. Lagi apa?”

“Emm lagi kangen sama kamu.”

“Gombal deh, udah dapet undangan pesta halloween?”

“Udah.”

“Aku bingung mau pakai kostum apa.”

“Gadis kerudung merah aja, nanti aku pakek aksesoris serigala.”

“Oke. Nanti Aku yang dandanin kamu.”

Beginilah repotnya punya kekasih. Selalu bertanya bagaimana pakaiannya, cocok atau tidak? Terlihat cantik atau jelek dan lain-lain. Tapi mau bagaimanapun Lani Aku akan tetap mencintainya.

Sepulang kerja Aku sudah janji akan berkumpul dengan teman, Endrew. Tuan rumah pesta helloween nanti. Bukan hanya aku saja, ada beberapa teman lain juga yang ikut berkumpul. Selama perjalanan di mobil Aku merasa tidak enak. Rasanya ada orang yang mengikuti, ini pasti arwah jahat. Silahkan ganggu, tapi setelah itu kau akan kena batunya. Benar, seorang hantu pria dengan wajah penuh darah menghampiriku. Dia menggoyang-goyangkan pohon depan rumah Endrew. Seperti ingin menyampaikan pesan. Ah, maaf Aku sedang buru-buru. Ucapku dengan bahasa isyarat.

Aku masuk ke dalam rumah Endrew, kami mengobrol sampai sangat larut. Tentang pekerjaan, kehidupan pribadi, dan persiapan pesta halloween nanti. Endrew ingin saat pesta nanti akan berbeda dari pesta biasanya. Ia ingin membuat kesan yang lebih menyeramkan, Endrew tahu jika Aku anak indigo. Tapi, Aku menolak, jelas saja ia ingin semua orang bisa melihat hantu selama pesta. Tentu Aku tak ingin itu terjadi. Bisa-bisa semua orang di sana akan pingsan, dan Aku lagi yang kerepotan. Setelah berbagai perdebatan, akhirnya Endrew memilih untuk membuat game petak umpet. Ini game anak-anak sederhana, sepertinya akan aman.

“Tapi ada ritual pemanggil arwah.”

“Enggak, itu bahaya.”

“Lo kan pawangnya setan masak takut sih Bob.”

“Karena gue pawangnya makanya gue nolak. Pokoknya, nggak. Cukup petak umpet biasa.”

“Oke.. Tapi gue yang setting tempat.”

Aku menyetujui itu. Lagi pula pesta halloween nanti digelar di rumah Endrew. Rumah ini bukan rumah angker bila dibanding rumahku yang terlalu banyak barang-barang kuno.

Pesta Halloween. Pesta kali ini tak terlalu banyak orang yang datang. Kami hanya mengundung teman-teman yang tinggal di area Jakarta saja. Sedangkan teman-teman yang ada di luar kota, hanya bisa titip salam dan melihat kami di sosial media. Beginilah yang namanya jarak.

Aku dan Lani datang, pakaian kami sesuai dengan apa yang ku janjikan beberapa waktu lalu. Sebenarnya aku asal omong saja, tapi tahunya beneran. Aku menjadi manusia serigala. Kalau di film Twilight Jacob terlihat tampan dan gagah perkasa. Aku? Terlihat memalukan. Bahkan hantu dan para arwah saja menertawakan. Tapi bodo amatlah, yang penting Lani senang.

Pesta sangat menyenangkan, Aku menikmati ini berdansa dengan Lani. Kini tiba saatnya permainan petak umpet. Endrew memang tak main-main, ia membuat rumahnya tampak rumah hantu seperti yang ada di wahana bermain. Halaman belakang rumah yang tampak luas, sekarang penuh sekat. Ditambah taburan bunga 7 rupa yang berada di setiap sudut.

“Kita akan main petak umpet selama 1 jam. Salah satu dari kita akan menjadi setan yang tugasnya mencari setiap orang yang bersembunyi di rumah ini. Selama 1 jam, lampu rumah akan padam, yang berhak memegang senter adalah yang menjadi setan. Jadi semua orang harap, harap HP-nya dikumpulin di meja depan. Di sana ada undian setiap orang mengambil satu. Undian dengan simbil merah adalah dia yang menjadi setan. Kalau siap bisa kita mulai sekarang.”

Aku mendengar itu, sepertinya akan seru. Aku akan bersembunyi di dekat Lani nanti. Tapi, setelah semua undian dibagi, justru Aku yang menjadi setan. Lani tertawa terkekeh-kekeh. Dia sedikit menggoda, dia bilang “Aku ahlinya bersembunyi. Kamu pasti bakal kesulitan nemuin aku.”

Permainan di mulai. Jika lampu dipadamkan rasanya rumah Endrew sama menyeramkannya dengan rumahku. Tapi Aku tidak takut, Aku akan menyelesaikan permainan ini kurang dari satu jam. Beberapa hantu dan arwah penasaran ikut bermain game, padahal mereka tidak terdaftar sebagai peserta. Dibanding menggangguku, lebih baik kalian membantuku mencari orang-orang.

Satu per satu aku menemukan temanku. Setelah ku temukan mereka mendekat, ternyata mereka juga ketakutan saat lampu dipadamkan seperti ini. Bahkan mereka bilang, suasananya terasa lebih lembab dan dingin. Aku menengok persembunyiannya, benar saja ada hantu yang ikut bersembunyi di sebelah kanan. Saat Aku menengok, hantu iku hanya tersenyum seperti tersipu malu.

Setengah jam, Aku sudah menemukan hampir semua orang. Benar, Lani sangat sulit dicari. Bahkan saat semua orang sudah berhasil ku temukan tinggal Lani seorang yang belum berhasil. Beberapa temanku ikut membantu, ia tidak betah dengan game ini. Jiwanya sedikit penakut memang. Berbeda dengan Lani, dia sangat berani meskipun Aku menceritakan penampakan-penampakan hantu di sekitarnya.

“Bobby!”

Seseorang memanggilku. Aku mengarahkan senter ke segala arah. Tapi tak ada siapa pun. “Bobby!” panggilnya sekali lagi, tapi sama saja. Aku berjalan, ke sebelah kanan. Menuju gerbang masuk rumah Endrew. Bayangan menggunakan jubah merah seperti tengah berlari. Itu Lani.

Aku mengejar pelan, tapi setengah hatiku merasa tidak enak. Di depanku sekarang adalah pohon yang digoyangkan seorang arwah lelaki dengan wajah penuh darah waktu itu. “Bobby!” Lani, dia tersenyum. Aku berhasil menemukannya. Aku mendekat.

“BOBBYYY!!!” Teriak Endrew sangat keras

Betapa kagetnya Aku. Lani jatuh pingsan. Sedangkan di belakangku juga ada sosok Lani yang lain. Siapa kau? Tanyaku.

Aku Lani. Akhirnya kamu menemukanku. Ucapnya.

Aku menggeleng jelas Lani yang asli sedang pingsan, dan Lani yang ada di belakangku itu pasti palsu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *