‘Ford Vs Ferrari’ Film Otomotif Yang Menginspirasi

‘Ford Vs Ferrari’ Film Otomotif Yang Menginspirasi

‘Ford Vs Ferrari’ Film Otomotif Yang Menginspirasi‘Ford Vs Ferrari’ Film Otomotif Yang Menginspirasi

Sumber gambar: Times

Ini review memang sedikit lama aku buat, sejujurnya dari kemarin aku bingung apakah sebaiknya aku review atau tidak. Sampai setelah diberitahu teman tak ada salahnya untuk memberikan review pada film ini meskipun aku tidak paham dengan dunia otomotif.

Jujur kesan pertama saat mendengar judulnya ‘Ford vs Ferrari’ sempat ku pikir jika ini adalah film yang berkaitan tentang persaingan antara dua merk penjual mobil yang terkenal di dunia. Tapi ternyata film ini mengisahkan sejarah antara pembuat mobil balap terkenal bernama Carrol Shelby dan pembalap profesional bernama Ken Miles.

Jujur selama 15 menit pertama rasanya otakku benar-benar berpikir keras mengenai film ini. sempat terpikir jika sepertinya aku salah nonton. 15 menit pertaman benar-benar membingungkan selain karena aku tidak kenal dengan castnya, ditambah rasanya 15 menit pertama dihabiskan untuk introducing all cast mulai dari pihak eksekutif ford, sang tokoh utama, dan figuran lainnya.

Munculnya konflik

Setiap film tentu memiliki konflik, munculnya konflik diawali oleh persaingan antara Ford dan Ferrari. Konflik dimulai saat Ferrari menolak kerjasama dengan Ford dan melecehkan derektur Utamanya yaitu Henry Ford II sebagai pemimpin yang sombong dan tak berguna.

Mendengar berita tersebut, Henry Ford II kemudian geram dan ingin membalas dendam. Ia berniat mengalahkan Ferrari dalam balapan mobil Le Mans. Dari konflik inilah kemudian membawa perusahaan Ford kepada salah satu pembuat mobil balap yang dikelola oleh Carrol Shelby. Shelby menyetujui kerjasama dengan Ford untuk membuat sebuah mobil balap yang akan mengalahkan Ferrari pada ajang Le Mans nantinya.

Persahabatan Carrol Shelby dan Ken Miles

Tentu untuk membuat sebuah mobil balap Shelby membutuhkan tim, untuk itu ia pun mengajak sahabatnya Ken Miles. Membuat mobil balap yang dapat mengalahkan Ferrari tentu sebuah tantangan yang baru bagi Shelby, namun juga ujian bagi persahabatannya dengan Miles.

Ken Miles bukanlah pembalap biasa, dia adalah pembalap yang paham benar dengan mobilnya sendiri. Namun karena Wakil Direktur Ford yang lebih mementingkan citra perusahaan membuat Miles gagal berangkat diajang balapan bergengsi Le Mans. Beliau berpendapat image Ken tidak sesuai dengan image perusahaan Ford.

Akhirnya setelah Ford mengalami kekalahan, dan Shelby mencoba bernegosiasi dengan Henry Ford II, pada kejuaran berikutnya Ken Miles dapat berpartisipasi. Selama perlombaan berlangsung berulang kali Ken Miles menciptakan rekor baru dalam sejarah mobil balap kala itu.

Meskipun kemampuan Ken Miles sudah tak diragukan lagi, namun semua kemampuannya akhirnya dikalahkan oleh kepentingan para eksekutif. Miles yang seharusnya menjadi juara, harus menyerahkan pialanya ke lawan, “Ford!” ya bisnis itu ternyata kejam. Rasanya pada momen ini aku merasa sangat berempati pada Miles dan Shelby, ambisi dan kerja kerasnya harus dihancurkan oleh keuntungan satu pihak yang memiliki kuasa.

Sebenarnya selama scene perlombaan aku kira bakal ada adegan dramatis. Apalagi ada beberapa kisi seperti mobil yang terbakar karena masalah rem, dan tewasnya pengemudi karena kehabisan oksigen di dalam mobil yang terbakar. Ditambah lagi dengan pintu mobil yang rusak saat putaran pertama.

Namun dugaanku terpatahkan. Adegan dramatis ternyata terjadi setelah perlombaan berlangsung. Di sebuah gurun pasir dengan cuaca yang panas. Miles melakukan uji coba pada mobil balap yang baru, saat adegan ini Miles memberikan narasi yang cukup panjang. Yang intinya ia ingin menjadi dirinya sendiri. Namun siapa sangka dibalik keinginan itu, mobilnya terbakar dan dia tewas.

Kepergian Miles bukan hanya meninggalkan luka pada keluarganya namun juga Shelby, enam bulan berlalu tapi rasa dukanya tak kunjung sembuh. Kini kisah mereka berdua abadi dan dicatat oleh sejarah otomotif.

Pamflet Film ‘Telur Setengah Matang’

Nonton Bareng Film ‘Telur Setengah Matang’

Nonton Bareng Film ‘Telur Setengah Matang’Nonton Bareng Film ‘Telur Setengah Matang’

Mungkin diantara kalian suka jika makan nasi goreng yang ditambah dengan telur setengah matang? Meskipun ada sebagian orang yang tak suka jika telur yang mereka konsumsi dimasak dengan setengah matang, namun tentu ada cita rasa tersendiri yang dirasakan saat memakan makanan ini.

Nah, kali ini aku tidak akan membahas makanan. Aku akan membahas salah satu film indie yang diproduksi oleh larasati creative labs dengan judul ‘Telur Setengah Matang.’ Kebetulan kemarin aku berkesempatan untuk datang di acara bedah film tersebut bersama mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan beberapa narasumber. Kegiatan bedah film ini berkaitan dengan memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Sipnosis film

Pamflet Film ‘Telur Setengah Matang’

Film ini menceritakan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama bernama Nina yang melakukan hubungan seks di luar nikah. Akibat dari tindakannya tersebut kini ia mengalami kehamilan yang tidak direncanakan, apalagi sang kekasih tak menunjukkan tanggung jawabnya atas perbuatan yang dilakukan.

Siswa tersebut hidup bersama sang Ayah dan tergolong sebagai keluarga menengah ke bawah. Akibat dari kehamilan ini, Ia harus dikeluarkan dari sekolah. Bahkan dalam film tersebut digambarkan jika Nina bermaksud untuk menggugurkan bayinya, seperti mengonsumsi buah nanas setiap waktu. Bahkan saat diantar sang Ayah ke puskesmas yang meminta untuk mengarbosi ditolak oleh petugas setempat. Bahkan petugas menyarankan jika sebaiknya Nina dinikahkan saja.

Sebenarnya topik yang diangkat pada film berdurasi 16 menit ini adalah isu yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Apalagi anggapan masyarakat jika orang yang hamil diluar nikah seharusnya segera dinikahkan dengan sang pelaku menjadi solusi yang paling efektif, menjadi tamparan keras bagi penontonnya.

Akan tetapi sayang sekali, dalam film ini tidak digambarkan dengan jelas tindakan apa yang sebaiknya dilakukan. Mungkin bisa dibilang ending yang gantung saat film belum mencapai puncak klimaksnya. Namun terlepas dari kekurangannya film ini cukup diapresiasi karena telah mengangkat isu kehamilan di luar nikah pada kalangan remaja.

Sesi diskusi

Setelah film diputar, selanjutnya dibukalah sesi diskusi. Ada 3 narasumber yaitu: Mbak Uut dari Setara Semarang, Mbak Yori dari Psikolog Nusantara dan Mbak Hidayatullah Selaku Alumni UIN. Bukan hanya pembicaranya saja yang berkompeten namun acara ini juga dihadiri oleh salah satu komunitas feminisme. Aku lupa dengan nama komunitas itu jujur.. tapi aku sangat ingat argumen-argumen yang kuat yang dilontarkan oleh Mbak Nurul.

Jujur sesi diskusi saat itu cukup manyala, banyak mahasiswa yang menaruh rasa penasaran mengenai tindak kekerasan terhadap perempuan. Apalagi saat mbak Nurul berkata jika film ‘Telur Setengah Matang’ merupakan salah satu tindak pemerkosaan. sebagai informasi yang termasuk dalam tindakan pemerkosaan apabila tidak ada kesepakatan kedua pihak untuk melakukan hal tersebut. serta adanya unsur paksaan.

Yang bagus dari diskusi ini adalah menanggapi kasus kekerasan perempuan bukan hanya dari segi hukum atau psikologis saja. Mbak Hidayatullah pun ikut menanggapi dari sisi keagamaan, maaf jika selama ini wanita dianggap sebagai hiasan dunia yang dapat memicu perbuatan ‘zina.’ Hal inilah yang terkadang membuat korban kekerasan seksual khususnya wanita mengalami victim-blamming.

Melalui prespektif masing-masing meskipun kekerasan terhadap perempuan tidak dapat dikurangi secara langsung, akan tetapi dengan membuka forum seks edukasi sehingga membuat seks terasa netral. Dan mengurangi judgesment pada korban kekerasan seksual serta memberikan dorongan padanya akan menjadi sebuah gerakan yang besar.

Acara yang terlihat kurang persiapan

Mungkin karena pengalamanku sebagai aktivis kampus, jadi rasanya aku sedikit ingin memberikan saran pada para panitia. Mengingat betapa banyaknya antusias para peserta, seharusnya moderator memiliki kemampuan mengontrol yang baik. Apalagi di tengah sesi jawab sesekali aku menengok jam di layar ponselku. Terlihat waktunya sedikit molor, selain itu persiapan seperti lampu ada baiknya disiapkan pada acara seperti ini, sehingga suasana acara tidak terkesan begitu gelap.

Sebenarnya ini hanya saran, meskipun memiliki kekuarang. Acara bedah film ini telah memberikan dampak yang baik pada pesertanya, terlihat dari ruang diskusi yang dibangun. Diharapkan akan ada lebih banyak lagi ruang-ruang diskusi di kota Semarang dan kota lainnya.

Tolong, Terima kasih dan Maaf

Tolong, Terima kasih dan Maaf

Tolong, Terima kasih dan MaafTolong, Terima kasih dan Maaf

Sumber gambar: Freepik

Dears! Malam, maaf ya akhir-akhir ini aku jarang berbagi cerita dengan kalian. Aku sendiri bingung enaknya apa yang aku bagikan sama kalian. Hingga mendengar lagu Budi Doremi yang judulnya ‘tolong.’ Salah satu kata ajaib dalam hidupku.

Aku sangat senang entah mengapa. Jujur jika ku lihat-lihat lagi dulu aku adalah pribadi yang keras yang meminta dihormati dulu sebelum menghormati. Khususnya bagi orang-orang yang umurnya di bawah aku, luka di masa lalu ternyata sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku saat berhadapan dengan orang lain.

Untuk saat ini aku belum bisa menceritakan luka di masa laluku. Karena sampai sekarang jika aku mengingatnya aku masih sering menangis sendiri. Tapi itu hanya sesekali… i’m okay!! I always strong and many kind people around me 🙂 membahas mengenai kata ‘tolong’, ‘Terima Kasih’ dan ‘Maaf’ tentu sudah banyak filsafah yang membahas mengenai ketiga kata tersebut.

Kini giliranku untuk membagikan cerita mengenai hal itu. Memang manusia diciptakan tak sendirian, dibalik padatnya kota dan bisingnya jalan raya. Terkadang duduk sendiri di bangku taman sambil menikmati makan siang membuat diri terasa nyaman. Namun cobalah disela-sela kita mengamatai jalanan atau lingkungan sekitar mungkin ada orang lain yang sedang kesusahan, kepekaan sosial yang kurang terkadang sulit bagi kita untuk membuat kita menjadi pribadi yang egois.

Memang tak salah jika kita memikirkan diri sendiri. Namun jangan sampai kita menganggap diri kitalah satu-satunya yang diurus. Ingat manusia adalah makhluk sosial, kita tak bisa makan kalau nggak ada ibu-ibu yang jual makanan.

Menumbuhkan kepekaan sosial memang gampang-gampang susah, karena hal ini butuh perasaan. Namun bukan berarti ini hal yang mustahil kan? Untuk melatih ini mungkin kita bisa memulainya dari orang-orang terdekat. Tolong, Maaf, dan Terima Kasih kita bisa memulainya dengan mengucapkan ketika bersama mereka. Selain membuat hubugan menjadi dekat, hal ini akan membuat kita menjadi lebih bijak. Kenapa?

Kata ‘tolong’, kata ini lebih baik karena tak kesan menyuruh atau meninggikan seseorang. Kata ‘terima kasih’  selayaknya kita menghargai setiap usaha yang dilakukan orang lain, entah untuk diri anda sendiri atau usaha bersama. Serta kata ‘Maaf’ menyadarkan kita jika apa yang dilakukan adalah hal yang keliru, dan kita harus bertanggung jawab atas itu.

Nah, itu dia sedikit cerita dariku. Aku merasa lebih baik sekarang ini karena dapat mengatakan ketiga kata di atas. Itulah sebabnya aku mengatakan jika hal itu adalah kata ajaib. Jadi, jika aku bisa merasakan dampak yang baik tentu kamu pun juga bisa! Yuk sama-sama membiasakan diri dengan kata ‘Terima kasih’, ‘Tolong’ dan ‘Maaf.’ See You nantikan cerita lainnya ya!

Extra-Ordinary You, Lebih Dari Sekadar Pemeran Tambahan

Extra-Ordinary You, Lebih Dari Sekadar Pemeran Tambahan

Extra-Ordinary You, Lebih Dari Sekadar Pemeran TambahanExtra-Ordinary You, Lebih Dari Sekadar Pemeran Tambahan

Halo Dears bertemu lagi! Beberapa waktu ini aku emang agak disibukkan dengan aktivitas yahh… begitulah hehehe, jadi udah 3 hari ini aku gak nulis di blog tercinta…

Nah baru saja tadi pagi aku menyelesaikan serial drama korea yang ratingnya lagi bagus nih. Yups “extra-Ordinary You.” Drama dengan 32 episode ini berhasil mencuri perhatianku dan para pecinta drakor lainnya. Drama yag bergenre Fantasi-Romansa dan komedi ini sangatlah menghibur jujur, emang aku sendiri mengesampingkan pesan yang tersimpan dalam cerita. Mau bagaimana lagi cerita sangat menarik, ditambah akting para cast yang ciamik dan gemesin. Jadi semakin ditonton semakin ketagihan.

Sipnosis

Latar belakang cerita ini, mengisahkan seorang siswa yang bernama Eun Dan On (18 tahun) yang mengidap penyakit jantug sejak kecil dan menjalani cinta bertepuk sebelah tangan selama 10 tahun. Di masa SMA yang menyenangkan dia menyadari jika ada yang salah dalam dirinya, dia berusaha mencari jawaban. Jawaban dari rasa pertanyaannya terungkap selama ini ternyata dia adalah tokoh karakter tambahan dalam komik.

Karena tak ingin hidupnya dikendalikan Dan Oh berniat untuk mengubah nasibnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan tokoh Haru. Siswa nomer 13 yang tak memiliki nama di kelas. Keinginan mengubah nasib berubah menjadi kisah asmara anak SMA. Namun yang namanya cinta memang tak selamanya mulus, apalagi di drama Korea. Cinta Haru dan Dan Oh terhalang oleh storyboard sang penulis komik, dalam cerita Dan Oh telah bertunangan dengan Baek Kyung. Baek Kyung yang semula bersikap kasar pada Dan Oh, perlahan berubah. Ia menyadari jika rasa sayangnya terhadap Dan Oh, namun Dan Oh lebih memilih Haru.

Pada tahap terakhir komik. Banyak peran tambahan yang dihilangkan oleh penulis salah satunya adalah Haru. Dan Oh merasa sangat sedih atas kepergian Haru. Akan tetapi, dijudul komik yang baru mereka akhirnya dipertemukan dan saling mengingat janji yang dulu pernah diucapkan.

Sedikit kesalahan namun termaafkan

Banyak hal yang membuat drama ini memiliki rating yang bagus, selain karena ceritanya yang menarik. Akting para cast sangatlah berkesan, chamistry antara Haru dan Dan Oh membuat banyak pecinta drama Korea berharap mereka menjadi pasangan di dunia nyata. Jujur ya, hampir seluruh cast bermain dalam drama “extra-Ordinary You” memang tidak sepopuler kalanga bintang halliyu seperti Suzy, Lee Min Hoo, IU, Yoona, Park Min Young, Park Shin Yee, Kim So  Hyun, dan deretan artis Korea lainnya yang memiliki jumlah followers instragam lebih dari 2 juta. Tapi lagi-lagi kualitas akting para aktor-aktris drama Korea memang tak usah diragukan.

Banyak sekali moment-moment menggemaskan, sedih, bahagia, dan kecewa di dalam drama. Rasanya menonton ini perasaan kita diangkat kemudian dibanting lagi. Meskipun ada beberapa kesalah adegan misalnya di episode 12, handuk Dan Oh udah jatuh duluan tapi di take berikutnya masih nempel di pundaknya. Selain itu di episode 11, Haru menggenggam pergelangan tangan Baek Kyung tapi take berikutnya justru megang bagian lengan. Meskipun ada beberapa hal yang ‘miss’ namun semua kesalahan telah termaafkan oleh akting, sinematografi dan cerita yang menarik.

Lebih menghargai nyawa seperti Dan Oh

Kisah Dan Oh mengajari kita bagaimana lebih menghargai nyawa yang diberikan Tuhan. Terkadang istilah menghargai nyawa selalu identik dengan tindakan bunuh diri. Padahal menghargai nyawa bisa dimulai dari hal sederhana misalnya seperti yang dilakukan oleh Dan Oh. Meskipun ia harus menjalani nasib seperti itu, namun ia memilih untuk tegas pada dirinya. Ia tahu apa yang disukai dan tidak disukai, ia berusaha untuk lebih mengenali dirinya dan berjuang untuk itu.

Meskipun menceritakan kisah SMA namun Drama ini sangat cocok ditonton saat pekerjaan sedang padat-padatnya. Drama korea yang sangat menghibur, sungguh aku tak menyesal menyempatkan waktu setiap minggu untuk menonton episodenya.

Nah, cukup dari ulasanku hari ini. Semoga bermanfaat bagi Dears semua!!

Memulai Menulis Fiksi?

Memulai Menulis Cerita Fiksi?

Memulai Menulis Cerita Fiksi?Memulai Menulis Fiksi?

Hai Dears… hehe, akhir-akhir ini aku mau bilang kalau udah jarang banget bikin tulisan fiksi. Ya ternyata aku masih perlu belajar untuk membuat karya yang lebih baik lagi. Eittts… meskipun aku jarang nulis fiksi bukan berarti aku berhenti menulis ya!

Sebenarnya menulis fiksi itu gampang-gampang susah. Tapi bukan berarti susah banget, aku selalu ingat kata-kata orang terdekat jika setiap orang itu bisa menulis. Terlepas apakah hasil tulisannya bagus atau tidak. Tapi penilaian bagus dan tidak bagus sebenarnya itu persoalan selera pribadi, jika kamu ngerasa bagus tapi orang lain bukan berarti kamu yang salah.

Ngomong-ngomong tentang menulis fiksi, seperti yang aku jelasin aku udah biasa bikin cerpen sejak SD. Terkadang banyak temanku bilang kalau itu adalah bakat. Memang sih, dengan menulis rasanya segala emosiku dapat terluapkan. Sebenarnya untuk saat ini aku cenderung menulis kata-kata agar taste puitisku. Untuk kata-kata yang aku buat biasanya aku tulis dalam story Instagram atau kalau niat akau post sekalian.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan agar orang bisa menulis terutama fiksi. Namun bagiku untuk membuat sebuah cerita fiksi, aku lebih sering menggunakan rasa gundah atau keresahan dalam hati. Ya, rasa resah, dilema, sedih, dan bentuk emosi lain akan sangat membantu dalam proses membuat cerita nanti.

Aku sempat membaca dalam sebuah buku yang dituliskan oleh Gari Rakai Sambu, seberapa dalam teknik atau teori yang dimiliki namun jika penulis tak mampu memberikan pengalaman emosional pada pembaca maka semua akan sia-sia. Jadi, buat Dears yang berjiwa baper jangan sedih bila dicap sebagai orang “lebay” atau “baperan” oleh teman sebaya atau lingkungan sekitar.

Dengan perasaan baper yang kamu miliki justru bisa menjadi bekal yang kuat saat membuat cerita fiksi. Khususnya yang bergenre drama atau romance. Orang yang memiliki sensitivitas yang tinggi (gampang baper) cenderung mudah tersentuh oleh hal-hal tertentu. Yang terpenting dalam memulai menulis fiksi adalah ceritakan segala bentuk perasaan yang kamu miliki, bayangkan saja jika kamu adalah sang karakter utama. Namun ingat jangan terlalu memaksakan diri, kamu bisa memulainya dari:

  • Menulis buku diary
  • Menceritakan pengalaman masa lalu
  • Mengungkapkan isi hati yang kemudian kamu wujudkan dalam bentuk cerita

Untuk memulai menulis itu kamu bisa memulainya dari 1 paragraf saja, kemudian bertambah menjadi beberapa paragraf sehingga membentuk cerita yang menarik. Intinya janga takut untuk mencoba!

Belajar Ilmu Parenting Melalui Drakor “Sky  Castle”

Belajar Ilmu Parenting Melalui Drakor “Sky  Castle”

Belajar Ilmu Parenting Melalui Drakor “Sky  Castle”Belajar Ilmu Parenting Melalui Drakor “Sky  Castle”

Hai Dears bertemu lagi denganku, kali ini aku mau bahas mengenai salah satu Drama Korea (Drakor) yang sebenarnya udah lewat  beberapa bulan kemarin tapi masih relevan buat ditonton sekarang. Ya, Sky Castle, serial drama dengan 20 episode ini berhasil membuatku nonton marathon. Padahal kebiasaan nonton marathon sudah lama sekali aku singkirkan dalam hidup. Yah…. karena kurang produktif aja, dan terlalu banyak waktu yang aku buang untuk menonton serial drama.

Drama ini sebenarnya tayang di akhir tahun 2018 sampai awl tahun 2019 lalu. Kemunculan drama ini bahkan sangat Viral di Korea Selatan, hal ini dapat dilihat dari spesial episode dimana dalam acara talkshow, ada banyak video parody mengenai drama ini. Menurutku tidak mengheran jika drakor ini menjadi viral dan memiliki rating yang tinggi selama masa penayangannya.

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa kamu harus nonton drakor ini, jujur sih dari episode 1 sampai 20 rasanya gak ada celah atau kekurangan. Rasanya benar-benar sempurna!

Pesan yang benar-benar nyampe

Alasan mengapa aku sangat menyukai drama ini adalah topik yang diangkat sangat related. Jika anak-anak di Korea Selatan belajar mati-matian demi masuk dalam 3 Universitas terbaik di Korea. Universitas itu ialah Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University. Apalagi asumsi masyarakt yang menganggap jika tidak lolos dalam Universitas tersebut dianggap gagal dan tak bisa mencapai karier yang cemerlang.

Sebenarnya pesan itu bukan hanya untuk orangtua atau para pelajar di Korea Selatan saja. Namun juga berlaku di negara lain seperti Indonesia. Ya, terkadang memang banyak orangtua yang terobsesi atas pendidikan atau karier anaknya. Untuk mencapai hal tersebut terkadang banyak orangtua yang melakukan berbagai cara, namun sayangya banyak orangtua yang ingin anaknya sukses tapi tak mampu memahami keinginan anak yang sebenarnya.

Kalau rata-rata drama korea bergenre romansa, fantasi, ataupun comedy sangat laris. Menurutku Sky Castle adalah drama keluarga yang dapat ditonton berbagai usia. Jujur di drama ini ada banyak sekali cast, mulai dari aktris dan aktor senior yang berperan sebagai orangtua. Serta aktris dan aktor muda bahkan salah satu member idol grup SF9 turut bergabung.

Meskipun ada banyak cast, namun aku sangat merasakan jika peran masing-masing sama rata. Di setiap keluarga memiliki konflik yang berbeda-beda. Misalnya Professor Cha seorang Ayah yang keras terhadap anggota keluarganya, serta berusaha menanamkan filsafatnya untuk mencapai puncak tertinggi pada anak-anak. Lalu Suh Jin seorang ibu rumah tangga yang berusaha agar putri sulungnya lolos ke Fakultas kedokteran University National Seoul, dan menghadapi berbagai masalah keluarga lainnya. Sebenarnya masalah yang ada dalam drama ini sangatlah kompleks. Terkadang hidup dalam kemewahan tak menjamin kebahagiaan.

Set tempat yang sangat bagus kompleks rumah mewah dengan arsitekstur ala eropa. Hal inilah yang memperkuat aura persaingan sesama keluarga siapa yang paling tinggi. Hampir semua karakter digambarkan sebagai sosok yang ambisius dan haus akan pengakuan sosial. Dan inilah yang terkadang membuat kita banyak orang tak sadar, tak ada untungnya diakui oleh orang lain.

Emosi rasanya dibanting abis-abisan

Selama nonton drama ini, rasanya emosionalku becampur aduk marah, iba, sedih, hingga bahagia. Akting para pemain sungguh luar biasa, ditambah sinematografinya juga bagus. Dan yang tidak kalah penting adalah soundtrack! ‘We A Lie’ sangat outentik dan pas untuk mewakili drama ini, bukan hanya itu terkadang diputar instrumen atau lagu klasik yang bikin sakit kepala karena saking banyaknya nangis.

Aku gak bisa berkata banyak, meskipun apa yang aku tulis udah lumayan banyak :’) hehehe… mungkin ini akan jadi drama yang masih relevan untuk ditonton beberapa tahun mendatang. Oh ya.. berhubung aku belum nikah ada secret massege yang aku tangkep “membangun biduk rumah tanga itu susah neng, jadi jangan buru-buru nikah.” Semoga apa yang aku sampaikan ini bermanfaat untuk Dears semua! Nonton drakor gak salah kok, asalkan lebih selektif dan memang dilakukan di waktu luang (gak ada deadline kerjaan di kantor!). See You! Nantikan artikel menarik lainnya ya!!

Mendadak Puitis Di Bulan Ini

Mendadak Puitis Di Bulan Ini

Mendadak Puitis Di Bulan IniMendadak Puitis Di Bulan Ini

sumber gambar: Google

Salam Dears! Di hari yang sendu dimusim hujan seperti ini, pasti mood kita rasanya galau 🙁 mau mikirin seseorang tapi gak tahu dia siapa? Haha.. di tengah kegalauan sambil lihatin hujan yang turun, rasanya paling enak tiduran, dengerin lagu galau, baca novel atau kata-kata puitis, dan diem terus di kamar.

Nah.. daripada menggalau terus, coba deh apa yang sedang kamu rasakan dituliskan dalam secarik kertas. Emang sih… musim penghujan membuat orang mendadak puitis, bagi sebagian orang menyusun kata-kata puitis atau membuat cerita romance mungkin sedikit sulit.

Namun jika kita memahami apa yang ingin diucapkan oleh hati ternyata puitis bukan hal sesulit itu. Puitis memang bukan untuk dipikirkan namun untuk dirasakan, sebenarnya cuaca yang mendung secara psikologis memang membuat suasana hati terasa sendu.

Mendadak puitis versi Ceritani

Sebenarnya mendadak puitis bukan hanya menunggu musim penghujan saja, kamu bisa jadi puitis kapan saja. Berikut ini ada beberapa tips spesial tentang bagaimana aku membuat kalimat puitis di saat hujan atau menjelang malam? Simak ya Dears!

·         Dengerin lagu galau

Hehe menjadi puitis bisa dimulai saat kita mendengarkan lagu galau. Coba deh putar lagu-lagu idola kamu atau lagu melow yang lagi hits. Simak baik-baik lirik lagunya, pahami apa pesan yang ingin disampaikan sang penyanyi. Jika kamu paham hal ini, maka kamu bisa menulis pesan yang sama namun dengan cara yang berbeda. Ya, cara puitis versi kamu!

·         Luangkan waktu sendiri

siapa yang tidak suka me time? Aku tahu setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk memanfaatkan me time. Me time bukan hanya membuat tenaga kita terisi kembali, me time juga bisa membuat kita lebih puitis. Kenapa? Ya dengan me time tentu kita lebih memahami diri sendiri bukan. Pada saat inilah terkadang ada berbagai ungakapn hati yang ingin disampaikan, ada banyak cara untuk menyampaikannya. Bisa melalui teriakan  atau berbicara sendiri, serta menuliskannya melalui susunan kata puitis (biasanya aku menulis puitis agar orang lain tidak memahami maksudku secara langsung).

·         Saat sedang emosional

Momen ini jangan ditanya lagi, saat merasa kecewa, sedih, marah, senang, dan perasaan lainnya. Banyak orang yang memilih menjadikan tulisan sebagai media untuk meluapkan perasaannya. Untuk yang satu ini tak perlu dijelaskan lebih jauh, intinya biarkan apa yang dirasakan, kamu luapkan sebaik-baiknya.

Nah itu dia 3 cara mendadak puitis versiku, setiap orang tentu memiliki versinya masing-masing bukan? Apa pun cara yang kamu tempuh, entah bagaimana hasil tulisan nanti. Yang penting kamu tak lagi memendamnya, kamu telah berani meluapkannya!

Mendadak puitis..

Bingung harus berbicara, gelisah jika terus ku pendam selamanya

senja dan hujan..

Membawa angan untuk menyusun kata

Orang bilang aku menyukai hal logis dan rasional

Tapi apa ini? Aku seperti tak kenal

Sisi lain dariku…

Susunan kata yang menggambarkan kepedihan

Kata-kata puitis..

Serba-Serbi Mengenai Copywriting Untuk Memaksimalkan Situs Website

Serba-Serbi Mengenai Copywriting Untuk Memaksimalkan Situs Website

Serba-Serbi Mengenai Copywriting Untuk Memaksimalkan Situs WebsiteSerba-Serbi Mengenai Copywriting Untuk Memaksimalkan Situs Website

Sumber gambar: Freepik

Bagi yang bekerja dalam perubahan berbasis digital tentu memerlukan strategi khusus agar penjualan  meningkat serta pemasaran lebih luas. Bagi kamu yang memiliki usaha baik jasa maupun barang, yang kebetulan memakai situs website sebagai media promsi. Tentu tak asing dengan istilah ‘copywiting.’ Copywriting merupakan teknik menghasilkan tulisan yang bertujuan untuk membuat pembaca merespon sesuai apa yang diharapkan melalui tulisan tersebu.

Sebenarnya, copywriting dapat dipakai pada konten website, sosmed, landing page dan lain sebagainya. Namun kali ini kau akan membahas sedikit mengenai membuat artikel untuk situs blog pribadi atau website bisnis yang kami miliki.

Pentingnya artikel yang unik

Unik adalah hal yang harus diperhatikan dalam teknik copywriting, unik yang dimaksud adalah artikel yang kamu buat bukan hasil dari plagiat atau copy karya orang lain. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk membuat artikel yang unik yaitu:

  1. Rewrite, biasanya aku mencari situs yang mengangkat topik yang serupa untuk dijadikan referensi. Aku akan memilih dan membaca seluruh isi artikel, setelah selesai aku akan menulis ulang menggunakan bahasaku sendiri. Atau kamu bisa mencari sumber informasi secara acar pada Google Search ambil 2 atau 3 artikel lalu tulis ulang menjadi 1 artikel yang baru. Cara ini bisa disebut dengan ATM (Amati Tiru Modifikasi).
  2. Translate, ada banyak jurnal atau situs internasional yang dapat kita akses. Langkah pertama pilihlah 1 artikel berbahasa asing, kemudian translate dalam bahasa Indonesia, seperti yang kita tahu hasil translate biasanya memiliki susunan kata yang tidak rapi. Disinilah membuat keunikan artikel, susunlah ulang setiap kalimat hasil translate sampai nikmat untuk dibaca.

Cara yang kedua ini sempat aku lakukan sekali namun karena tidak nyaman maka aku pilih cara yang pertama.

Untuk mengecek apakah artikel yang telah kita buat unik atau tidak, kita dapat mengakses Smallseotools atau mengecekanya secara manual melalui Google Search.

Kenyamanan membaca tidak boleh disampingkan

Terkadang banyak layanan jasa penulis artikel yang hanya mengejar kuantitas tulisan dibanding kualitasnya. Dalam membuat sebuah artikel ada kalanya kita perlu memposisikan diri sebagai pembaca, cobalah untuk membaca hasil tulisan secara keseluruhan. Rasakan baik-baik apakah artikel yang kita buat mudah dipahami dan menarik untuk dibaca, atau justru membut kita pusing tujuh keliling karena susunan kata yang terlalu ribet.

Memang sulit untuk mencapai tingkat kenyamanan membaca, bahkan aku perlu latihan dalam beberapa bulan hingga mencapai tahap ini, *mencoba menyombongkan diri*

Pemahaman sedikit mengenai SEO dan keyword

Jujur aku sendiri masih mempelajari tahap ini, karena ternyata banyak hal baru yang mesti aku ketahui lagi. Seperti yang kita tahu SEO (Search Engine Optimization) merupakan salah satu teknik digital marketing yang dipercaya dapat meningkatkan penjualan. Dimana dengan memahami ini situs website kita dapat muncul di daftar teratas mesin pencari.

Namun sepengalamanku untuk mencapai tahap ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya adalah pemilihan keyword. Terkadang banyak pebisnis yang meminta jasa penulis artikel untuk menulis artikel berdasarkan keyword yang diberikan.

Adapun istilah copywriting yang perlu diketahui:

LSI merupakan berbagai kata ang memiiki kaitannya dengan keyword utama atau topik yang diangkat

Long Tail keyword merupakan kata turunan dari keyword utama

Contoh :

Keyword : menulis konten blog

LSI : Langkah, tips, tahap-tahap, hal dan lain sebagainya

Long Tail Keyword : Hal diperhatikan saat menulis konten blog

 

 

 

Sumber:

http://www.rohadiright.com/penulis-artikel

http://www.rohadiright.com/penulis-artikel

 

‘Masih Belajar’ Bukan Hanya Untuk Pelajar

‘Masih Belajar’ Bukan Hanya Untuk Pelajar

‘Masih Belajar’ Bukan Hanya Untuk Pelajar‘Masih Belajar’ Bukan Hanya Untuk Pelajar

Sumber gambar: Shopee

Siapa yang tak kenal Imam Usman, Founder dari salah satu platform bimbel online bernama RUANGGURU. Sosok Imam Usman menjadi role model yang cocok untuk generasi sekarang. Saat ini aku berkesampatan untuk meminjam buku temanku, Dicky. Yang berjudul ‘Masih Belajar’ dari Imam Usman, sebenarnya aku belum terlalu yakin untuk membaca buku non-fiksi. Jujur aku membaca buku ini cukup lama ya karena aku membacanya di sela-sela tugas negara yang cukup padat dan jadwal tayang drama korea, hehehe..

Aku baru saja menyelesaikannya, jujur itu buku biografi pertama yang aku baca. Sebelumnya aku membaca buku psikologi yang judulnya “Baca Buku Ini Saat Engkau Lelah.” Jujur awalnya aku sempat membandingkan kedua buku tersebut. karena keduanya sama-sama buku motive. Aku merasa kurang nyaman membaca buku karya Imam ini, sebenarnya ini hanyalah masalah sudut pandang. Karena di buku Usman aku cenderung menjadi penonton, namun karena sudah ditagih dicky akhirnya aku paksakan membaca sampai selesai.

Sedikit cerita tentang buku

Awalnya mungkin aku sedikit jenuh membaca buku ini, namun sepertiga terakhir barulah daya tarikku muncul. Aku sangat salut dengan sosok Imam kegigihannya dalam belajar tergambar begitu jelas. Penggambaran mengenai kisah Imam saat duduk di bangku Sekolah Dasar yang mendirikan perpustakaan agar teman-teman sebayanya dapat fasilitas membaca. Dijelaskan jika jiwa sosial Imam mulai terbentuk saat itu.

Berlanjut pada sekolah menengah Pertama saat ia mulai belajar bisnis dengan menjual marchendiese Harry Potter. Imam selayaknya orang biasa, dibalik kegigihannya dalam belajar dan kecerdasannya di bidang akademik Imam pun pernah mengalami kegagalan. Salah satunya saat hampir gagal masuk dalam sekolah favorite dan gagal menjadi ketua OSIS. Seperti apa yang orang-orang katakan kegagalan adalah hal yang wajar tapi yang terpenting adalah bagaimana caranya agar kita dapat bangkit.

Cerita Imam bisa dibilang menarik sosok yang sangat ambisius namun on the track. Perencanaannya tentang hidup di usia yang masih muda sangat bisa kita tiru. Aku ingat jika semasa kuliah ia selalu membuat goals yang akan dicapai, bukan hanya dari segi akademik saja namun apa yang disukai, apa yang bisa dilakukan, apa yang dimiliki dan apa pun yang ada dalam dirinya. Terlihat dia adalah pribadi yang sangat mengenal diri sendiri.

Buku yang masih [ingin] belajar

Melalui buku ini, aku menemukan pola-pola baru dalam hidup mungkin belajar dari seorang Imam, apalagi penggunaan bahasa yang santai ‘gue’ sangat cocok untuk dibaca kalangan remaja dan dewasa awal. Ya tak bisa dipungkiri saat ini banyak generasi muda yang mengalami kecemasan terhadap apa yang akan terjadi di masa depan atau quarter life crisis.

Dalam buku tersebut aku bukan hanya tahu tentang semangat belajar Imam saja, namun bagaimana seorang Imam memiliki value. Bahkan di bab terakhirnya ia menjelaskan soal legalicy atau warisan dan pesannya untuk anak cucu. Di bab itu aku cukup tersentuh ketika ia berpesan kepada anaknya untuk menjadi seseorang yang bahagia dan berguna terlepas siapapun bapak mereka.

Bahkan sebuah kutipan indah yang bisa jadi pukulan bagi pembaca “bagaimana harapannya tetap hidup meskipun sekelilingnya tetap hidup –menjadi  terang dan bukan hanya mengutuk gelap” banyak tips&trick yang dibagikan imam tentang membagi waktu, mengubah mindset, tidak membatasi diri, dan meraih target hidup. Imam memang sosok muda yang memiliki value bermakna.

Namun entah mengapa aku sedikit kurang nyaman dengan banyaknya #ceritatemanuntukImam, menurutku ini terlalu banyak dan menggangguku. Aku tidak terlalu paham apakah semua buku biografi harus memuat sekitar 10 testimoni atau mungkin lebih. Aku juga tidak yakin jika ini bagian dari narsistik. Namun terlepas dari pendapatku pribadi buku ini merupakan buku yang bagus, selain karena isinya. Susunan buku yang dibuat lebih interaktif dengan pembaca merupakan nilai plus. Ada beberapa kolom kosong yang digunakan sebagai catatan pembaca.

Buku “Masih Belajar” adalah salah satu buku yang sangat rekomen bagi pelajar, mahasiswa, fresh graudate, yang sudah bekerja, ataupun yang telah memiliki usaha.

Toga Ini Untuk Kakak, Part 3

Toga Ini Untuk Kakak, Part 3

Toga Ini Untuk Kakak, Part 3Toga Ini Untuk Kakak, Part 3

Masa kuliah ku lalui dengan penuh kegiatan. Pagi hingga petang aku habiskan di luar rumah. Mencari pekerjaan yang bisa aku lakukan asal mendapatkan uang yang halal. Tanpa sadar, karena terobsesi membantu kakak, aku lupa dengan tanggung jawab ku sebagai adik. Hari ini aku pulang terlambat. Dari dalam rumah terdengar suara adzan isya’ aku melihat mbak Fitri. Menggeletakan badannya di samping Ibu. Akhir-akhir ini mbak Fitri malah semakin kerepotan karena mengurus ibu lebih sering. Bahkan di sela jam makan siang ia memilih pulang ketimbang harus makan bersama rekan kerjanya.

Niatku untuk meringankan beban mbak Fitri tapi malah sebaliknya. Mbak Fitri semakin kerepotan karena ulahku. Aku harus cari cara lain, aku harus bekerja di tempat lain.

Kini tahun-tahun terakhirku, berkat bea siswa yang diberikan pihak kampus. Dan uang tabunganku selama masa kuliah sudah banyak terkumpul. Bukan hanya itu dengan doa dari Ibu dan mbak Fitri, aku berhasil menyelesaikan pendidikanku. Awalnya setelah memutuskan Indah, aku akan kesulitan untuk menyelesaikan ini. Namun malam itu di depan teras rumah. Aku melamunkan peristiwa tadi siang. Dalam hatiku sedikit menyesal melukai wanita sebaik Indah. Tapi pikiranku berubah setelah ku dengar kalimat indah dari mbak Fitri. “Ram, kamu tahu ungkapan jodoh nggak akan kemana?” sebenarnya aku tak terlalu percaya dengan kalimat itu, bagiku itu hanyalah hiburan bagi lelaki bujang yang dilanda kegalauan seperti aku.

“Kamu nggak percaya ya Ram? Jika memang Indah ditakdirkan berjodoh denganmu dia akan kembali. Hubungan kalian sudah 2 tahun, dia pasti sudah tahu sikap kamu seperti apa? Dia sudah tahu bagaimana keluarga kita? Bukannya dia sudah bilang mencintaimu dengan tulus juga?”

“Tapi aku nggak mau mengajak dia sensara mbak. Aku pengen indah tetap bahagia, hidup denganku malah membuatnya menderita.”

“Iya mbak tahu. Justru kalian adalah dua orang yang saling mencintai dengan tulus. Mbak tak ingin membuatmu semakin menyesal dengan keputusanmu. Kamu tahu hal apa yang paling tidak disukai wanita selain kesengsaraan”

Aku menggeleng. “Kebohongan dari orang yang paling ia percayai. Mbak harap Indah bisa mengerti apa yang kamu maksud. Jangan buat kamu berada dalam rasa bersalah terhadap wanita Ram. Kamu juga harus ingat Ketika kamu melepaskan satu wanita yang kamu cinta, akan ada wanita lain yang harus kamu jaga..”

Aku memalingkan wajahku, dan ku tatap dalam wajah mbak Fitri “Ibu.” Jawabku pelan.

Benar. Bukan waktu ku untuk menggalaukan Indah. Kalimat yang awalnya sebagai penghibur saja, kini malah menjadi prinsipku yang baru. Kemarin aku melihat Indah sudah menggandeng pria lain. Jodoh memang tak akan kemana, jika Indah bukan jodohku ya sudah pergilah..

Aku memandang dalam foto keluarga yang terpajang di ruang tamu. Seluruh harta kami telah berpindah ke pegadaian. Setelah kelulusan ku aku bertekad untuk mengembalikan semua hal yang berharga bagi kami. Komputer, mobil, bahkan rumah dan kebahagiaan. Aku tak ingin ada kesengsaraan yang terjadi. Kebahagiaan itu akan aku rakit mulai esok hari.

“Kami ucapkan Selamat atas wisudawan dan wisudawati, jaga nama baik almamater dimanapun kalian berada..”

Pidato penutupan Upacar Wisuda UIN Walisongo Semarang ke 90. “selanjutnya sambutan dari perwakilan wisudawan dan wisudawati, yang diwakilkan oleh Rama Trihartono Putra, S.Psi”

Langkahku semakin mantap. Dari atas tribun aku melihat mbak Fitri dan Ibu melambaikan tangan padaku. Aku mencoba menatap ke langit podium. Aku yakin Ayah juga melihatku di surga. Ayah akan bangga padaku, aku telah lulus sesuai apa yang harapkan. Bukan hanya itu, aku juga menepati janjiku untuk menjaga dua wanita yang paling berarti dihidupnya, mesti terkadang malah aku yang dijaga.

“Assalamualaikum Wr. Wb. Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Berkat rahmatnya kita semua dapat berkumpul di acara wisuda kali ini. Teman-temanku yang teramat aku sayangi, kadang kita terlalu banyak mengeluh dengan tugas yang diberikan bapak ibu dosen. Hingga kita lupa bagaimana bersyukur. Tapi aku tetap salut dengan keberhasilan kita bersama, ditengah keluh kesah yang kita rasakan. Mungkin kita lupa dengan mengucapkan terima kasih pada orang yang berjuang untuk semua mimpi-mimpi kita. Ayah, Ibu, kakak dan semua orang. Kita merasa jika perjuangan kita sungguh berat, tapi begitulah manusia yang tak bisa peka akan sekitar. Aku ingin di upacara wisuda kali ini bukan hanya kita yang saja merasakan kebahagiaan. Bukan hanya dosen kita yang senang melihat anak didiknya berhasil menyelesaikan pendidikannya. Ayo kita bersama lihatlah sisi kanan kiri dan belakang. Lihat siapa orang yang telah berjuang menaruh setiap harapannya di pundak kita. Mari kita berikat penghormatan setinggi mungkin untuk Ayah, Ibu dan Kakak yang ada di sana… mereka adalah pahlawan yang tanpa kita minta, dengan ikhlas memberi. Hari ini bukan hanya untuk merayakan kelulusan kita, namun juga perjuangan mereka…. Kakak, Ibu terimalah penghargaan terbesar dariku. Toga kelulusanku.”